24 Warga Blora Terima Bantuan Ayam Petelur dari Baznas, Bukti Zakat Produktif untuk Kesejahteraan

Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, S.Pd., (foto dok: Y. Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Sebanyak 24 warga kurang mampu di Kabupaten Blora menerima bantuan ekonomi produktif berupa ayam petelur dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora, Jumat 6 Maret 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, S.Pd., menjelaskan bahwa bantuan ini berasal dari dana zakat yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blora. Menurutnya, program ini merupakan bentuk sinergi Baznas dengan berbagai pihak, termasuk PKK, dalam upaya bersama meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Memang Baznas segmennya adalah untuk masyarakat yang tidak mampu. Dana zakat tujuannya bagaimana meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang tidak mampu. Makanya syaratnya harus melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan setempat,” ujar H. Sutaat saat penyaluran bantuan, Jumat (6/3/2026).

Program bantuan ayam petelur ini bukan kali pertama digulirkan. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Baznas Blora telah menyalurkan bantuan serupa kepada 80 mustahik (penerima manfaat) di Kabupaten Blora . Saat itu, setiap penerima mendapatkan satu kandang lengkap dengan 20 ekor ayam petelur yang siap bertelur setiap hari.

H. Sutaat mengaku optimistis dengan keberlanjutan program ini. Berdasarkan pengalaman program serupa yang telah berjalan hampir setahun, tidak ada penerima manfaat yang memindahtangankan bantuan karena dinilai benar-benar menguntungkan.

“Kita punya grup mereka. Bertelur satu saja sudah gembiranya bukan main, yang laporan-laporan karena ini menghasilkan. Insya Allah, untuk monitoring kami selama ini, kita sudah hampir setahun jalan di ayam telur, tidak ada pindah tangan karena menguntungkan,” jelasnya.

Ketua Baznas menambahkan bahwa berbeda dengan bantuan yang tidak produktif, bantuan ayam petelur ini justru memotivasi penerima untuk merawat ternaknya dengan baik.

“Mereka tidak sekadar cari makan, tapi juga membersihkan kandang, mencari rumput. Meskipun pakan tetap harus membeli, hasilnya jauh lebih besar,” imbuhnya.

Proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara ketat. Calon penerima diusulkan oleh pihak desa dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), foto kondisi rumah, dan selanjutnya tim Baznas melakukan verifikasi lapangan . Baznas juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial P3A untuk memastikan data penerima manfaat tepat sasaran.

H. Sutaat berharap, dengan adanya bantuan ekonomi produktif ini, para mustahik dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan pada akhirnya mampu mandiri secara ekonomi. “Insha Allah akan kita tingkatkan karena banyak animo masyarakat yang ingin ambil manfaat dari program ini,” pungkasnya. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *