Bau Tak Sedap! Warga Sekitar SPPG Sukorejo 2 Tunjungan Minta Aroma Menyengat Segera Diatasi

RADARBLORA.COM,Pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, mengakui adanya keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan berupa bau menyengat yang berasal dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Bacaan Lainnya
Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Kepala SPPG Sukorejo 2 – Tunjungan, Ahmad Afif Jaelani, saat dikonfirmasi pada Senin 4 Mei 2026 menjelaskan bahwa meskipun lokasi tersebut masih berada di area lahan mitra, pihaknya terus melakukan perbaikan penanganan limbah.

“Untuk pencemaran lingkungan, sebenarnya itu kan termasuk tanahnya dari mitra ini sendiri. Jadi kalaupun tercemar pun itu masih di lingkungan tanah mitra itu sendiri. Untuk penanganan limbah, memang kami sedang mengajukan ke yayasan. Nah ini kebetulan alat sudah datang untuk yang IPAL bio-tank,” ujarnya.

Afif mengakui bahwa IPAL standar sebenarnya sudah ada, namun kapasitasnya dinilai belum memadai sehingga menyebabkan air limbah meluber dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Sebenarnya kami sudah ada IPAL yang memang standar tiga itu sudah ada, cuma kan kapasitasnya memang belum cukup, jadi mungkin meluber. Terus ini kan kami juga perbaikan juga, alatnya sudah datang,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga yang merasa terganggu, pihak pengelola mengaku telah melakukan upaya antisipasi dengan menyedot IPAL tiga kali dalam seminggu.

“Warga ada. Untuk antisipasi komplain masyarakat, jadi seminggu sekali kami nyedot IPAL itu tiga kali,” ungkapnya.

Afif memastikan proses pembangunan IPAL bio-tank baru sudah mulai berjalan, meskipun alat tersebut belum sepenuhnya dioperasikan dengan standar terbaru.

“IPAL sudah terpasang, tapi IPAL-nya belum pakai yang bio-tank dengan standar-standar yang sekarang. Untuk pemasangan pengerjaan sudah mulai kemarin. Kemarin sudah ada pengerjaan kok,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kecamatan Tunjungan, Setiawan, yang saat ini bertindak mewakili Koordinator Wilayah Kabupaten Blora, mengakui bahwa bau menyengat yang dikeluhkan masyarakat cukup mengganggu.

“Untuk aroma sendiri memang cukup mengganggu ya saya rasa. Jadi dari pihak SPPG sendiri tadi juga sudah dijelaskan bahwa saat ini sedang dalam proses pembangunan atau penyelesaian keluhan masyarakat,” ujar Setiawan.

Ia berharap pihak pengelola SPPG Sukorejo 2 dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak lagi meresahkan warga sekitar. Masyarakat pun berharap instalasi IPAL bio-tangki baru dapat berfungsi optimal dan mengatasi pencemaran lingkungan yang selama ini dikeluhkan. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *