Bau Menyengat dari Dapur MBG di Sukorejo 2 Akhirnya Terkuak, IPAL Diduga Tak Sesuai Standar

RADARBLORA.COM,Warga Perumahan Blingi Bahagia, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, akhirnya terungkap asal-usulnya bau menyengat yang selama ini meresahkan . Inspeksi mendadak yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Blora menemukan sejumlah kondisi memprihatinkan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Bau tak sedap tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas dapur program MBG. Namun yang lebih mengkhawatirkan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di lokasi diduga belum terpasang sesuai standar teknis.

Inspeksi mendadak dilakukan pada Selasa 5 Mei 2026 oleh Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Sri Setyorini, bersama Sekretaris Satgas Edi Hidayat dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto.

Sidak ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang mengeluhkan pencemaran lingkungan akibat aroma tak sedap yang terus-menerus muncul dari area dapur program bergizi gratis tersebut.

Korwil SPPG Tak Terlihat, Kondisi Dapur Memprihatinkan. 

Dalam inspeksi tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika, justru tidak terlihat di lokasi. Ketidakhadiran pihak penanggung jawab ini menimbulkan tanda tanya, mengingat persoalan bau telah berulang kali dikeluhkan masyarakat.

Begitu tiba di lokasi, tim Satgas langsung mendapati aroma menyengat yang tercium bahkan dari area depan dapur. Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini yang akrab disapa Budhe Rini, mengaku terkejut sekaligus prihatin.

“Sangat tidak layak. Saya prihatin melihat kondisi ini,” tegasnya.

IPAL Dinilai Belum Memenuhi Standar. 

Tak hanya soal bau, Sri juga menyoroti instalasi pengolahan air limbah di lokasi yang dinilai belum terpasang secara memadai. Menurutnya, sistem pengolahan limbah di dapur MBG seharusnya memiliki beberapa tahapan penampungan dan penyaringan hingga limbah akhir tidak menimbulkan bau maupun potensi pencemaran.

“Ini jelas tidak memenuhi standar. Seharusnya ada beberapa tahapan tampungan dan penyaringan sampai hasil akhirnya tidak berbau,” katanya.

Sri menjelaskan, Satgas MBG sebelumnya telah memanggil seluruh mitra dan kepala SPPG untuk mempercepat pemenuhan sarana pendukung, termasuk pemasangan IPAL.

“Setelah kami rekap, masih banyak yang baru proses, bahkan baru sebatas pemesanan,” ujarnya.

Sanksi Tegas Mengintai Pengelola Nakal. 

Sri menyayangkan masih terulangnya persoalan serupa di sejumlah titik penyelenggara MBG, meski masalah teknis pengelolaan limbah sudah berkali-kali menjadi sorotan.

Terkait kemungkinan sanksi, ia menyebut ada instruksi tegas dari pemerintah pusat terhadap pengelola yang tidak patuh pada standar operasional.

“Kalau instruksi dari presiden, yang tidak patuh bisa ditindak tegas bahkan ditutup. Tapi persoalannya, siapa yang berwenang melakukan penutupan. Kami di daerah sifatnya hanya pengawas,” tandasnya.

Meski demikian, Satgas MBG Blora memastikan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, tim akan menyusun rekomendasi resmi sebagai dasar evaluasi dan tindak lanjut terhadap pengelola SPPG Sukorejo 2.

Warga sekitar berharap persoalan ini segera mendapat penyelesaian agar mereka bisa kembali beraktivitas tanpa terganggu bau menyengat dari dapur program makan bergizi gratis tersebut. (YS) 

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *