Menangis di Atas Puing Rumah Hangus, Lansia Blora Peluk Siswanto Anggota DPRD Blora

Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Ir Siswanto (foto dok: Istimewa/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Musibah kebakaran meluluhlantakkan rumah milik Sulastri (75), seorang perempuan lanjut usia di Dukuh Pojok RT 05 RW 01, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, belum lama ini. Kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta. Namun di tengah duka, hadir secercah harapan yang datang dari seorang wakil rakyat yang tak hanya berbicara, tapi turun langsung ke puing-puing sisa kobaran api.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Ir Siswanto, mendatangi lokasi kebakaran pada Minggu 10 Mei 2026. Kedatangannya bukan sekadar seremonial. Dengan pakaian sederhana, ia masuk ke area rumah yang masih beraroma hangus, mendekati Sulastri yang tengah duduk lemas di atas tumpukan kayu bekas atap yang runtuh.

Di tengah kesedihan korban (Sulastri) yang masih berusaha menyelamatkan barang-barang sisa kebakaran, Siswanto menyerahkan bantuan sembako dan santunan tunai. Namun yang lebih menyentuh, ia memeluk Sulastri yang bergetar hebat dan membisikkan kata-kata penghibur.

“Ibu, jangan putus asa. Saya di sini bukan karena tugas, tapi karena hati nurani. Ibu tidak sendirian,” ujar Siswanto sembari menepuk pundak Sulastri yang air matanya tak henti mengalir.

Sulastri, yang hanya bisa terdiam di samping puing-puing rumahnya, kemudian mengungkapkan rasa syukurnya dengan suara terbata-bata. Menurutnya, dari sekian banyak anggota dewan di Blora, hanya Ir Siswanto yang benar-benar hadir menjenguknya di lokasi musibah.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Belum ada yang datang ke sini selain Pak Siswanto. Beliau bahkan memeluk saya, seperti keluarga sendiri. Saya hanya bisa berdoa semoga beliau sehat selalu,” ujar Sulastri sambil menyeka air mata.

Siswanto yang juga dikenal sebagai politisi yang dekat dengan akar rumput itu mengaku tidak tega melihat kondisi Sulastri. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan memang tidak besar, tapi setidaknya bisa mengurangi beban sesaat.

“Saya lihat sendiri ibu ini tidur di bawah terpal darurat. Rumahnya hanya tinggal tembok depan. Ini musibah besar. Kami akan koordinasikan dengan desa dan dinas sosial agar ada bantuan bedah rumah,” tegas Siswanto di lokasi kejadian. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *