Reuni Akbar Sound System Blora Digelar, Kades Muda: Silaturahmi dan Gerakkan UMKM

RADARBLORA.COM, Ratusan pecinta tata suara dari berbagai penjuru Kabupaten Blora memadati Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, dalam acara Reuni Akbar Blora Sound Community (BSC), Minggu 12 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk kebolehan meracik suara bagi para pegiat sound system di Bumi Samin.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Kepala Desa Bangsri, Yannata Laga Kusuma, yang akrab disapa Kades Muda, menyampaikan bahwa reuni akbar ini terasa istimewa karena sudah lama tidak terselenggarakan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku sound system se-Kabupaten Blora untuk saling bersilaturahmi dan mempererat tali persaudaraan.

“Kemarin kami siapkan lokasi dan segala sesuatunya. Alhamdulillah, teman-teman sound system yang ada di Kabupaten Blora bisa bersilaturahmi dan sama-sama seduluran untuk mempererat tali persaudaraan,” ujar Y. Laga Kusuma di tengah acara.

Reuni akbar yang diikuti oleh 60 peserta ini dipastikan berlangsung hingga sore hari sekitar pukul 17.00 WIB dan akan diumumkan para pemenangnya. Kades muda yang dikenal dekat dengan masyarakat dan berhasil membangun Desa Wisata Noyo Gimbal View ini berharap Pemerintah Kabupaten Blora dapat terus mendukung kegiatan serupa.

“Harapan saya, pemerintah kabupaten selalu mensupport kegiatan-kegiatan seperti ini. Supaya ke depannya teman-teman pegiat sound system di Kabupaten Blora seluruhnya bisa bersatu. Acara seperti ini juga bisa menggerakkan ekonomi UMKM,” harapnya.

Sementara itu, juri utama acara yang akrab disapa Pak Koplo mengungkapkan tantangan utama dalam kompetisi sound system adalah pengaturan vokal dan efek. Menurutnya, proses mixing atau pencampuran suara menjadi bagian tersulit karena harus menyeimbangkan agar efek suara bisa keluar dengan sempurna.

“Yang paling sulit itu dengan vokal efek. Mixing yang paling susah itu balancing, menyeimbangkan. Efek bisa keluar, roto-roto dari sana itu efeknya. Kalau efeknya belum keluar, suaranya hanya ‘cus, cus, cus’,” jelas Pak Koplo.

Ia menambahkan bahwa peserta harus pintar-pintar mengatur SPL (Sound Pressure Level) agar suara yang dihasilkan tidak terlalu keras namun tetap jernih. “SPL-nya nanti ada penilaiannya sendiri. Peserta harus pintar-pintar memainkan. Nanti klarifikasi cukup suara sekira-kira SPL-nya,” pungkasnya.

Meskipun waktu persiapan terbilang mepet, antusiasme peserta terbilang tinggi. Pak Koplo mengakui bahwa peminat sound system di Blora cukup banyak, dan kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas sound system di Bumi Samin terus eksis dan berkembang.

Desa Bangsri sendiri dikenal sebagai desa wisata yang terus berkembang di bawah kepemimpinan Y. Laga Kusuma. Sebelumnya, desa ini berhasil masuk dalam 30 besar Lomba Desa Wisata Nusantara (LWDN) 2023 dan menyedot ribuan wisatawan berkat berbagai atraksi serta panorama alam buatan yang ditawarkan. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *