RADARBLORA.COM,- Kepala Desa Genjahan yang baru resmi dilantik, Yudha Rahmawan, langsung menyatakan perang terhadap sisa-sisa konflik pemilihan. Ia menegaskan, tugas pertamanya bukan sekadar menjalankan roda pemerintahan, melainkan merajut kembali persatuan warga yang tercabik akibat perselisihan dalam proses demokrasi desa.
Pelantikan Yudha Rahmawan digelar di Balai Desa Genjahan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jumat 9 Oktober 2026. Bupati Blora Arief Rohman hadir langsung dan melantik Yudha sebagai Kepala Desa melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Prosesi itu turut disaksikan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Blora serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora.
Usai dilantik, Yudha tidak berbasa-basi. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan warga, namun langsung menegaskan bahwa langkah pertamanya adalah membangun kembali hubungan sosial yang sempat retak.
“Tugas saya yang pertama adalah merajut kembali silaturahmi dari apa yang telah terjadi. Kemarin muncul perbedaan, perselisihan, bahkan konflik saat pemilihan. Ini menjadi tugas saya untuk mengembalikan kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan, serta menjaga ketenteraman dan kerukunan Desa Genjahan,” ujar Yudha dengan tegas.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan dalam demokrasi adalah hal wajar. Namun, kemenangan dan kekalahan harus diterima sebagai bagian dari mekanisme demokrasi, bukan alasan untuk memelihara permusuhan.
Yudha pun menyerukan seluruh warga yang sebelumnya berseberangan untuk segera kembali bersatu dan meninggalkan kepentingan kelompok demi kemajuan desa.
“Saya berharap warga yang kemarin memiliki perbedaan pilihan bisa kembali menjadi satu keluarga. Kita jaga persaudaraan agar ke depan bisa bersama-sama membangun Desa Genjahan menjadi lebih maju, produktif, dan inovatif,” tegasnya.
Yudha menyadari, membangun desa tidak bisa dilakukan seorang diri. Dukungan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga menjadi faktor penentu keberhasilan pemerintahan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, ia menuntut seluruh unsur masyarakat bergandengan tangan dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa, tanpa lagi mempermasalahkan perbedaan yang terjadi selama pemilihan.
Baginya, rekonsiliasi bukan sekadar mengakhiri perselisihan, melainkan menjadi fondasi untuk menciptakan suasana desa yang aman, tenteram, dan kondusif.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Yudha berharap masyarakat Desa Genjahan dapat kembali memperkuat gotong royong dan bekerja bersama meningkatkan kemajuan desa.
Pelantikan ini menjadi titik awal bagi Yudha Rahmawan untuk menjalankan amanah masyarakat. Tantangan berikutnya adalah membuktikan komitmen persatuan itu melalui kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh warga, termasuk mereka yang sebelumnya berbeda pilihan.
Kini, rekonsiliasi menjadi langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga kepercayaan masyarakat dan menerjemahkan semangat persatuan menjadi pembangunan nyata bagi Desa Genjahan. (RB)

















