RADARBLORA.COM,– Kabupaten Blora semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat industri kayu jati terbesar di Indonesia. Berkat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan dukungan dinas provinsi. Lebih dari 20 Industri Kecil Menengah (IKM) kayu jati dari berbagai kecamatan di Blora berhasil menembus pasar ekspor dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 miliar.
Keberhasilan ini berawal dari workshop yang difasilitasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Blora, di mana produk-produk kayu jati menjalani proses finishing dan packaging secara profesional.
Widia Sinta, Direktur Wreksa Indonesia, mengungkapkan bahwa Blora merupakan satu-satunya kabupaten yang lolos lebih dari 50 peserta dalam program pengembangan ekspor.
“Kini, produk kami sudah diekspor ke sejumlah negara, termasuk Afrika Selatan, Austria, Amerika Serikat, dan Selandia Baru,” ujarnya.
Ekspor dilakukan secara rutin setiap bulan, terutama ke Austria. Bahkan, dari hasil pameran IVEC (Indonesia Virtual Export Fair) saja, Blora telah mengirim tiga kontainer langsung dari lokasi acara.
Sinta menekankan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada branding.
“Ketika kami menampilkan produk dengan identitas ‘Kabupaten Blora’, para pembeli langsung percaya dan tertarik karena merasa mendapatkan produk langsung dari sumbernya,” terangnya.
Pemerintah daerah juga menyambut baik pencapaian ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus didukung sebagai tonggak pertumbuhan ekonomi lokal berbasis ekspor.
“Ini membuktikan bahwa Blora mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.
Dengan komitmen kuat dari berbagai pihak, Blora siap memperkuat posisinya sebagai penghasil kayu jati berkualitas dunia, sekaligus mendongkrak perekonomian daerah melalui ekspor. (YS)