Drama Parodi Bully Guncang Puncak Peringatan Hari Ibu di Blora, Anak Muda Ambil Alih Panggung Edukasi

RADARBLORA.COM,Peringatan Hari Ibu Ke-97 di Kabupaten Blora, menghadirkan kejutan sekaligus refleksi mendalam. Di tengah kemeriahan dan khidmatnya acara di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Forum Anak setempat mengetuk hati ratusan tamu undangan dengan sebuah drama parodi bertema bullying (perundungan) yang menyentuh. Penampilan itu menjadi penanda bahwa perjuangan perempuan masa kini juga erat kaitannya dengan melindungi generasi penerus dari segala bentuk kekerasan.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Acara yang dihadiri Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini beserta jajaran Forkopimda ini, secara resmi dibuka dengan upacara. Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang dibacakan Wabup Sri Setyorini, ditegaskan bahwa peringatan ini adalah bentuk penghargaan sekaligus refleksi atas peran perempuan dari semua latar belakang.

“Pemerintah terus memperkuat kerangka hukum melalui UU TPKS, UU PKDRT, hingga pengarusutamaan gender,” bunyi amanat tersebut, menguatkan komitmen negara.

Anak Muda Jadi Pusat Perhatian: Dari Parodi Bully hingga Talenta Literasi.
Rangkaian resepsi puncak justru semakin hidup dengan kehadiran generasi muda. Setelah prosesi pemotongan tumpeng untuk para ibu, panggung diserahkan kepada Forum Anak Kabupaten Blora. Drama parodi bullying yang mereka suguhkan berhasil menyita perhatian, menyampaikan pesan anti-kekerasan dengan cara yang kreatif dan relevan bagi kaum muda.

Tak kalah menarik, penampilan Duta Literasi dari pelajar SMA dan SMP, yakni Mita Ayu Yolandani (SMAN 2 Blora), Agrinza Regina Nurfelis Nela (SMA NU Kradenan), dan Benedicta Najwa Lituhayu (SMPN 1 Blora), menunjukkan bahwa anak-anak Blora penuh talenta dan semangat belajar.

Talk Show dan Penguatan Kelembagaan.
Acara dilanjutkan dengan Talk Show interaktif bertajuk “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” dengan moderator Dr. Jerry Puspitasari dan psikolog Dita Amalia sebagai narasumber. Diskusi mengalir membahas penguatan peran perempuan dalam pembangunan.

Momen strategis juga terjadi dengan peluncuran resmi UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Blora oleh Wakil Bupati bersama Forkopimda. Langkah ini dinilai sebagai komitmen konkret daerah dalam memperkuat layanan bagi perempuan dan anak.

Suara Para Pemangku Kepentingan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah, dalam sambutannya berharap momentum ini menjadi daya ungkit bagi pengakuan eksistensi perempuan.

“Saya mengajak perempuan Blora terus berpartisipasi aktif menguatkan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” serunya Senin (22/12/2025)

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua DWP Dinas Sosial PPPA Blora, Indah Pujiati Luluk Kusuma, menjelaskan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak November dengan bakti sosial. Tema tahun ini,

“Cinta Ibu Menguatkan, Anak Blora Harus Sehat Semangat Belajar Demi Masa Depan,” menyiratkan kesatuan peran antara pengasuhan dan perlindungan anak.

Peringatan Hari Ibu ke-97 di Blora berhasil menampilkan wajah baru: khidmat, meriah, namun tetap kritis. Keberanian menampilkan isu bullying di panggung utama menunjukkan kesadaran bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga ruang untuk membangun masa depan yang lebih aman dan setara bagi semua, terutama anak-anak dan perempuan. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *