RADARBLORA.COM,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuknya dua inovasinya sebagai nominasi dalam Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025. Penghargaan ini mengukuhkan Blora sebagai salah satu daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam menciptakan terobosan pelayanan publik.
Kedua inovasi yang dinominasikan adalah SIKEP (Sistem Kinerja Elektronik Pemerintah) dan BU DESI PLUS (BUMD Peduli Inflansi) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat. Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan sistematis yang diterapkan oleh Kepala Bapperida Kabupaten Blora, H. Ahmad Mahbub Djunaidi,, S.Pd.,M.Si. untuk mendorong seluruh perangkat daerah agar berinovasi.
Dalam paparannya, A. Mahbub Djuneidi menjelaskan, bahwa kunci kesuksesan ini terletak pada fondasi yang kuat. “Kami memiliki Peraturan Bupati (Perbup) yang menjadi dasar hukum. Semua capaian dan program dari 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Puskesmas dan Kecamatan, kami kumpulkan dan tetapkan menjadi Perjanjian Kinerja. Inilah yang menjadi pembeda kami dengan kabupaten lain,” ujarnya.
Perjanjian Kinerja tersebut, menurutnya, menjadi alat ukur yang tegas. Inovasi yang tidak mampu masuk dalam tiga besar penilaian akan mendapatkan ‘taksi transisi’ atau konsekuensi, termasuk potensi pengurangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Alhamdulillah, berkat semangat seluruh jajaran, semua terpenuhi. Motivasi untuk berinovasi sangat luar biasa,” tambahnya.
Dari 37 inisiatif yang diusulkan, semuanya berhasil dikembangkan menjadi 71 inovasi konkret. Pemkab Blora juga menerapkan standar tinggi, dimana tingkat keberhasilan (win rate) implementasi inovasi tidak boleh kurang dari 90%. Untuk mendukung hal ini, dibentuk tim pendamping yang siap membantu unit kerja yang mengalami kesulitan.
“Ada yang awalnya sulit, tapi setelah didampingi tim, dalam 5 menit selesai. Alhamdulillah, semua inovasi ter-upload dan kami pastikan kualitasnya,” jelas Mahbub.
Dampak dari gelombang inovasi ini pun sudah mulai terasa. Sejak tahun 2020, Indeks Inovasi daerah Blora menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya 200 inovasi menjadi 471 inovasi.
“Kenaikannya lumayan tajam. Kami berbeda dengan daerah lain, kami memilih pendekatan ‘sedikit tapi pasti’. Kenaikan ini memiliki dampak berantai, termasuk dari sisi fiskal dan insentifitas daerah,” paparnya.
Mahbub berharap, budaya inovasi ini dapat berkelanjutan dan menjadi instrumen utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pencapaian sebagai nominasi IGA 2025 diharapkan dapat memacu semangat seluruh elemen pemerintahan di Blora untuk terus berkarya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (YS)








