RADARBLORA.COM,– Blora, 26 Juli 2025. Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) sukses menggelar Festival Anak Blora 2025 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Acara yang berlangsung meriah di Gedung Olah Raga (GOR) Blora ini dihadiri ratusan anak dari berbagai kecamatan, menampilkan kreativitas seni, budaya, serta menjadi ajang kampanye “Stop Kekerasan terhadap Anak“.
Festival ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, pembacaan puisi, lagu daerah, hingga teatrikal bertema perlindungan anak. Stan-stan edukasi juga hadir untuk mendorong minat anak dalam sains, literasi, dan keterampilan hidup.
Dukungan Penuh Pemerintah Blora dan Masyarakat.
Mustopa, S.Pd.I, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora 2024-2029, hadir dalam acara tersebut dan turut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta.
“Festival ini adalah bukti nyata komitmen kita dalam memajukan potensi anak. Mereka harus diberi kesempatan untuk berkembang sesuai minat dan bakat, dengan dukungan keluarga, sekolah, dan pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, anak-anak adalah masa depan bangsa yang perlu dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Hal ini sejalan dengan tema besar festival yang mengusung semangat “Anak Terlindungi, Indonesia Maju“.
Suara Anak Dibawa ke Tingkat Nasional.
Salah satu momen penting festival adalah pembacaan Deklarasi Suara Anak Blora 2025, yang berisi aspirasi anak-anak tentang pendidikan inklusif, lingkungan bebas bullying, serta dukungan untuk mewujudkan mimpi mereka. Dokumen ini rencananya akan dibawa ke forum nasional sebagai bahan pertimbangan kebijakan perlindungan anak.
“Kami ingin suara anak Blora didengar tidak hanya di daerah, tetapi juga di tingkat pusat. Mereka memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” tambahnya.
Kedepannya, Pemerintah Kabupaten Blora berencana menjadikan Festival Anak Blora sebagai agenda tahunan yang lebih besar, melibatkan lebih banyak pihak, termasuk dunia usaha, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
Dengan semangat kolaborasi, Blora menunjukkan komitmen kuat dalam memprioritaskan hak dan masa depan anak-anak sebagai generasi emas Indonesia. Pungkas Mustopa. (YS)