Gerakan Pangan Murah di Blora Diserbu Warga, Harga Kebutuhan Pokok Terjangkau Jelang Lebaran

Pamuji Retno Sejati Subkoordinator Ketersediaan dan Distribusi DP4 Kabupaten Blora (foto dok: Y Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang ramah di kantong. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat 6 Maret 2026 ini merupakan bagian dari gerakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah atas instruksi Gubernur.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Antusiasme masyarakat terlihat ramai di depan halaman gedung Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Blora sebelum acara resmi dibuka. Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, dan bumbu dapur ludes dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah, antusiasme pembeli luar biasa. Sebelum pembukaan saja keramaian sudah terlihat. Barang dagangan kita habis dalam waktu sekitar satu setengah jam. Jam setengah delapan pagi tadi stok sudah hampir habis,” ujar Subkoordinator Ketersediaan dan Distribusi DP4 Blora, Pamuji Retno Sejati, saat ditemui di lokasi.

Retno menjelaskan, pasokan bahan pangan dalam GPM ini didatangkan dari sejumlah sumber. Pihaknya membawa beras SPHP sebanyak 3 ton dan minyak goreng 480 liter. Selain itu, ada juga beras sebanyak 500 kilo dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.

Untuk komoditas lainnya, DP4 menyediakan telur, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit masing-masing sebanyak 50 kilogram. “Ada juga komoditas tambahan dari pelaku UMKM,” imbuhnya.

Kembali Retno menyampaikan, Alhamdulilah yang membuat warga semakin antusias adalah harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Pemerintah memberikan subsidi hingga Rp 2.000 per kilogram untuk telur dan aneka bumbu dapur. Beras dari Gapoktan juga mendapat subsidi Rp 1.200 per kilogram.

“Untuk harga minyak kita jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700. Beras SPHP kita jual Rp 58.000 per kemasan, itu masih di bawah harga pasar. Telur kita banderol Rp 27.000 per kilogram, sedangkan di pasaran sudah tembus Rp 30.000-an. Untuk bawang dan cabai juga kita jual Rp 2.000 lebih murah dari pasaran,” papar Retno.

Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa undangan. Pemberitahuan telah disebarluaskan melalui media sosial dan flyer dua hari sebelum pelaksanaan. “Pembelinya dari masyarakat umum, tanpa terkecuali. Kami umumkan lewat medsos dan selebaran,” tandasnya.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *