RADARBLORA.COM,– Pemerintah Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Forum yang mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Daerah dan Pengembangan Pariwisata serta Ekonomi Kreatif” ini diwarnai pernyataan tegas tentang kondisi daerah serta respons terhadap kebijakan fiskal nasional.
Dalam sambutan pembukaannya, Camat Blora, Hadi Praseno, menyampaikan rasa syukur atas kondisi aman dan damai yang masih dinikmati Kecamatan Blora di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, di berbagai wilayah Indonesia dan dunia.
“Alhamdulillah, kita warga Kecamatan Blora masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Di saat bencana alam terjadi di mana-mana, Kabupaten Blora khususnya Kecamatan Blora dalam keadaan aman,” ujar Hadi Praseno di hadapan para peserta musrenbang dari berbagai elemen masyarakat, Rabu (4/2/2026)
Namun, di balik kondisi alam yang stabil, Camat menyoroti adanya tantangan lain yang ia sebut sebagai ‘bencana sosial’ berupa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak langsung pada daerah. Ia mengaitkannya dengan pengurangan nilai Transfer Ke Daerah (TKD) dan realisasi Dana Desa.
“Kita sering dengar TKD jumlahnya berkurang, untuk Kabupaten Blora sekitar 362,29 miliaran rupiah. Mengapa? Ini karena efisiensi. Pemerintah berusaha mencari cara agar dana yang mengendap dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hadi Praseno memberikan contoh realitas di tingkat desa. “Di akhir tahun 2025, banyak kepala desa yang awalnya tidak percaya. Ketika Dana Desa turun, di Blora hanya satu desa, Tambaksari, yang mendapat penambahan. Lima belas desa lainnya mengalami penurunan. Di awal tahun ini, realisasinya tinggal sepertiga, berkisar 200-300 juta dari yang biasanya. Ini fakta yang kita hadapi,” paparnya tegas.
Hadi kembali menegaskan bahwa bangsa ini menghadapi ujian multidimensi, tidak hanya bencana alam tetapi juga non-alam dan sosial, termasuk dinamika kebijakan anggaran. “Ujian ini harus kita hadapi dan sikapi bersama. Saya yakin dengan berpikir positif dan berprasangka baik, kita akan jadi lebih kuat dan bersatu,” serunya.
Forum musrenbang pagi itu secara khusus membahas perencanaan pembangunan untuk tahun depan, sebagai langkah awal penyusunan RKPD 2027. Camat Hadi Praseno mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam forum tersebut sebagai wujud gotong royong perencanaan.
“Atas nama pemerintah kecamatan, saya sangat berterima kasih. Kita bersama-sama akan merencanakan pembangunan untuk satu tahun ke depan,” tutupnya, sebelum memimpin agenda pembahasan teknis.
Kegiatan ini mengindikasikan upaya Pemerintah Kecamatan Blora untuk menjaga stabilitas dan sinergi pembangunan di tengah tantangan eksternal, sekaligus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berkolaborasi dalam memitigasi dampak kebijakan nasional dan mengoptimalkan potensi daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. (YS)








