RADARBLORA.COM,– Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik di Kabupaten Blora menunjukkan grafik yang menggembirakan. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soeprapto Cepu, drg Wilys Yuniarti, mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan signifikan jumlah kunjungan pasien hingga 22,4 persen selama tiga tahun terakhir. Capaian ini disebutnya tak lepas dari pengembangan layanan, penambahan tenaga medis, hingga peningkatan fasilitas rumah sakit.
Dalam laporan Rapat Dewan Pengawas Semester IV yang digelar di Blora, Rabu 12 Maret 2026, drg Wilys memaparkan data pertumbuhan kunjungan yang konsisten. “Rata-rata kunjungan pelayanan rawat jalan meningkat secara bervariasi. Pada tahun 2023 tercatat 38.348 kunjungan, kemudian melesat menjadi 59.450 kunjungan pada 2024, dan kembali naik menjadi 72.770 kunjungan pada 2025,” paparnya.
Lonjakan paling dramatis terjadi pada tahun 2024, di mana angka kunjungan rawat jalan meroket hingga 55,03 persen dibanding tahun sebelumnya. Meskipun pada tahun 2025 laju pertumbuhan sedikit melandai ke angka 22,4 persen, jumlah absolut kunjungan tetap menunjukkan tren positif.
Direktur drg Wilys menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras institusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pihak manajemen gencar melakukan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan penunjang lainnya selama tiga tahun terakhir.
“Ini juga didukung dengan pelengkapan sarana penunjang seperti alat kesehatan modern, fasilitas pelayanan yang lebih nyaman, serta perluasan area parkir untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kehadiran sejumlah layanan unggulan baru menjadi magnet tersendiri bagi pasien. RSUD Cepu kini memiliki layanan poli jantung, THT, rehabilitasi medik, poli jiwa, poli mata, serta layanan hemodialisa (cuci darah). Dari sekian banyak layanan, poli penyakit dalam menjadi primadona dengan total 17.497 kunjungan sepanjang tahun 2025.
Tren positif tak hanya terjadi di rawat jalan. Jumlah pasien rawat inap juga terus bertambah, dari 10.856 pasien (2023) menjadi 13.742 pasien (2024) dan kembali naik menjadi 14.038 pasien pada 2025. Kunjungan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pun ikut melesat dari 8.330 kunjungan (2023) menjadi 13.803 kunjungan pada tahun 2025.
Lebih lanjut, drg Wilys memastikan bahwa di tengah tingginya okupansi, mutu layanan tetap terjaga. Indikator pelayanan rumah sakit menunjukkan kinerja optimal, dengan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) tercatat 81,4 persen dan rata-rata lama perawatan pasien (Length of Stay/LOS) sekitar 3,5 hari.
“Kami terapkan budaya kerja 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) dan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) serta pemantauan mutu melalui uji kalibrasi alat kesehatan secara berkala dan pelatihan bagi tenaga medis,” tegasnya.
Melihat animo masyarakat yang tinggi, RSUD Cepu berencana melakukan ekspansi layanan. Ke depan, rumah sakit kebanggaan warga Cepu dan sekitarnya ini akan menambah ruang rawat inap khusus bagi pasien gangguan jiwa. Saat ini, manajemen juga tengah mempersiapkan penerapan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dengan target minimal 73 persen tempat tidur dapat memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. (RB)














