RADARBLORA.COM,-Pemerintahan Desa (Pemdes) Kalangan Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik. Kegiatan tersebut dalam mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat.
Pelatihan tersebut dikuti sebanyak 40 orang petani yang berasal dari Desa Kalangan. Mereka diberikan materi serta praktek untuk pembuatan pupuk organik oleh penyuluh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Kegitan itu berlangsung di Aula Pendopo setempat. Sabtu (21/12/2024).
Dedy Budiyarto, Penyuluh KTNA Banjarejo menjelaskan, kegiatan pelatihan pembuatan pupuk ini untuk mengedukasi petani. Kemudian ke depannya petani diharapkan harus bisa mengurangi ketergantungan pupuk urea (pupuk berbahan kimia).
“Dengan dimulainya penggunaan pupuk organik dari sekarang, diharapkannya kedepan nanti bisa mengembalikan kesuburan tanah dengan baik.” ucap Dedy.
Dengan menanamkan kesadaran bahwa pembuatan pupuk organik itu sangat mudah, hanya diperlukan ketekunan serta kesabaran. Makanya sekarang para peserta ini mendapatkan biang dikomposer untuk penguraian pupuk kandang,” terangnya kepada awak media.
Lanjutnya, jadi sesuai dengan program pemerintah daerah bahwa saat ini, Kabupaten Blora kedepan di haruskan untuk penerapan pupuk organik yang berkelanjutan.
“Kita apresiasi sekali dari pemdes Kalangan, karena setiap peserta saat ini mendapatkan satu biang yang bisa digandakan sendiri di rumah,” jelasnya.
Dengan mendapatkan satu biang ini, kata Dedy Budiyarto peserta nanti bisa menggandakan 25 liter dalam waktu 56 hari. Dan itu selanjutnya bisa dilakukan begitu terus-menerus.
“Kemudian hal itu bisa diterapkan ke pupuk kandang mereka, serta dapat mempercepat dikomposer dan penambah nutrisi mikro organisme di dalam kandungan tanah tersebut,” paparnya.
Dedy menambahkan, sebetulnya hal seperti ini adalah hasil dari pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah pada waktu itu sekitar 4 tahun yang lalu, dari setiap peserta pelatihan mendapatkan biang bahan untuk di kembangkan pembuatan pupuk cair.
“Di Kabupaten Blora sendiri hanya mendapatkan 5 liter dan itu harus dikembangkan sendiri dan tidak boleh dijual, kalau sampai kehabisan maka berarti tidak ada lagi stok,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Kalangan M.Sholeh menjelaskan, bahwa untuk Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik ini dibiayai menggunakan dana desa (DD) Tahun Anggaran 2024.
“Kemudian Program ini sebagai salah satu upaya Pemdes Kalangan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat desa,” terangnya.
M.Sholeh mengapresiasi semangat warganya yang mengikuti pelatihan, dia berharap dengan pelatihan tersebut akan memberikan dampak baik guna untuk meningkatkan produktifitas pertanian.
Kembali ia mengingatkan agar masyarakat harus mulai sadar dengan pentingnya menggunakan pupuk organik cair. Selain mudah pembuatannya dan juga gampang serta bahannya juga ada di sekitar kita.
“Ini juga merupakan salah satu strategi agar para petani tidak lagi ketergantungan pada pupuk kimia dan terpaku pada ketersediaan pupuk di pasaran serta bisa membuat sendiri,” tegasnya.
Diharapkan dalam kegiatan ini petani dapat menerapkan serta memanfaatkan limbah yang ada di lingkungan kita sendiri dan dapat meningkatkan kesuburan tanah. pungkas Kepala Desa Kalangan M. Sholeh. (YS)