Posting Soal Perguruan Silat, Seorang Siswi SMA Dirundung Teman Sekolah

RADARBLORA.COM,-Kasus perundungan yang melibatkan ABH (anak berhadapan dengan hukum) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blora. Kejadian tersebut melibatkan sejumlah siswi SMA sebagai pelaku serta korban.

Bacaan Lainnya

Para pelaku maupun korban masih berstatus pelajar di salah satu sekolah SMA di Blora. Kejadian itu bermula dari unggahan korban di media sosial tentang kegiatan sebuah perguruan silat di Blora, ucap AKP Selamet saat konferensi pers di Mapolres Blora, Jum’at (21/2/2025).

Namun, unggahan tersebut menimbulkan ketidaksenangan dari beberapa rekannya, karena korban bukan anggota perguruan. Tak lama setelah unggahan tersebut, korban dijemput oleh teman sekelasnya, Awalnya diajak ke suatu tempat, tetapi korban dibawa ke lapangan golf di Blora, di mana sejumlah teman perempuannya telah menunggu.

“Di lokasi tersebut, korban dimintai pertanggungjawaban atas unggahannya. Korban juga dipaksa menandatangani surat pernyataan di atas materai yang sudah disiapkan oleh para pelaku, dan diduga mengalami penganiayaan,” jelas AKP Selamet.

Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa tujuh ABH yang diduga terlibat. Namun, pihaknya masih mendalami kasus ini dan belum menetapkan tersangka.

“Kami memahami bahwa ini melibatkan anak-anak sekolah, sehingga penyidik mengupayakan adanya upaya perdamaian. Namun, keputusan akhir tetap ada pada pihak korban dan keluarganya. Kami hanya memfasilitasi agar penyelesaian dapat dilakukan dengan baik,” jelasnya.

Orang tua korban menyatakan keberatan atas kejadian ini dan menyesalkan sikap orang tua para pelaku yang dianggap tidak menunjukkan itikad baik setelah insiden tersebut terjadi. Oleh karena itu, kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Blora Kota.

AKP Slamet kembali menegaskan, bahwa pihak kepolisian terus berupaya menjaga keamanan di Blora, termasuk mengedukasi sekolah-sekolah dan komunitas silat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami secara rutin memberikan edukasi melalui berbagai program kepolisian, termasuk kerja sama dengan sekolah dan komunitas pencak silat di Blora. Saat ini, Polres Blora juga sedang menggelar Turnamen Kapolres Cup Pencak Silat sebagai bentuk upaya menyatukan para perguruan silat agar tidak terjadi konflik yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyoroti tren penggunaan jaket hoodie yang sebelumnya sempat menjadi isu keamanan di Blora. Namun, berdasarkan pantauan, tren tersebut mulai berkurang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat. “Kami terus berupaya agar Blora tetap aman, tentram, dan kondusif,” tutup Selamet.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Blora AKP Gembong Widodo menjelaskan, dalam aksi penganiayaan yang dilakukan oleh ABH terhadap korbannya adalah pemukulan hingga ditendang.

“Korbannya didorong, ditampar, ditendang, dan korban ada yang megangin juga, seperti itu,” jelasnya saat dimintai konfirmasi melalui ponsel.

Kemudian korban pun mengalami luka-luka di beberapa anggota tubuhnya. Sehingga harus dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa.

“Kondisi korban secara keseluruhan tidak apa-apa, sudah pulang dari Puskesmas Blora, untuk lukanya ada memar di leher, terus di dada sebelah kiri bekas tamparan,” jelas Gembong. (YS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *