Satu Porsi Menu Diduga Tak Layak, SPPG Kamolan Blora Ganti 395 Makanan Siswa

Dari kanan 395 menu dari sppg Kamolan dan sebelah kiri 1 porsi di duga ada masalah. (foto dok: Y. Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamolan Blora bertindak cepat merespons laporan adanya menu makanan yang diduga tidak layak konsumsi di salah satu sekolah penerima manfaat. Tak tanggung-tanggung, meski yang bermasalah hanya satu porsi, pihak SPPG memutuskan mengganti total 395 porsi makanan yang sudah didistribusikan.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Insiden ini terjadi pada Jumat 13 Maret 2026 saat SPPG Kamolan mendistribusikan menu bandeng presto dan tahu ke sejumlah sekolah di wilayah layanannya. Meski pihak SPPG mengklaim telah melakukan pemeriksaan kualitas (quality control) sejak bahan diterima dari pemasok pada malam hari, laporan dari pihak sekolah tetap masuk pada sore harinya.

“Kami menerima laporan dari pihak sekolah terkait adanya satu menu yang diduga tidak layak dikonsumsi. Setelah kami lakukan cross check di lapangan, ternyata hanya ada satu menu saja yang terindikasi bermasalah di dalam satu kelas,” ujar Asisten Lapangan SPPG Kamolan, Denny Ekotriono, saat dikonfirmasi.

Meski temuan hanya terjadi pada satu porsi, SPPG Kamolan mengambil langkah luar biasa. Seluruh menu yang sudah dibagikan di sekolah tersebut langsung ditarik dan diganti dengan makanan baru keesokan harinya, Sabtu 14 Maret 2026.

“Walaupun yang terindikasi hanya satu menu, kami tetap mengganti seluruh menu yang sudah kami distribusikan di sekolah tersebut. Totalnya ada 395 porsi yang kami ganti agar semuanya tetap aman dan layak dikonsumsi oleh siswa,” tegas Denny.

Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab penuh SPPG Kamolan terhadap program pemenuhan gizi bagi para siswa. Pihak SPPG tak ingin ada pihak yang dirugikan, baik sekolah, siswa penerima manfaat, maupun para wali murid.

“Kami dari SPPG Kamolan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Penggantian menu dilakukan agar siswa tetap mendapatkan makanan yang layak dan berkualitas,” tambahnya.

Pasca penggantian menu, situasi dilaporkan kembali kondusif. Pihak sekolah dan wali murid disebut menerima langkah tersebut dengan baik. Hingga kini, tidak ada laporan lanjutan terkait kejadian serupa.

Lebih jauh, peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi SPPG Kamolan, terutama terhadap para pemasok bahan makanan. Jika terbukti ada pemasok yang lalai untuk menjaga kualitas, kontrak kerja sama dipastikan akan diputus.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi supplier kami. Jika supplier tidak amanah dan tidak bertanggung jawab terhadap barang yang dikirimkan, maka kerja sama dalam SPBK bisa kami putus,” pungkas Denny. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *