RADARBLORA.COM,– Menyikapi gelombang besar peluang di era digital, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari, Kudus, Jawa Tengah, mengambil langkah strategis dengan membekali guru dan siswa berkebutuhan khusus untuk menjadi Content Creator. Upaya ini diwujudkan melalui gelaran In House Training Content Creator yang menghadirkan praktisi digital dari Blora Updates, Arif Firmansyah, pada Selasa (9/12/2025).
Kegiatan pelatihan yang berlangsung interaktif selama tiga jam itu berhasil menciptakan atmosfer cair dan penuh antusiasme. Tidak sekadar teori, Arif langsung mengajak puluhan peserta, yang terdiri dari guru dan siswa, untuk mempraktikkan pembuatan konten secara langsung, memberi ruang eksplorasi bagi mereka yang sebelumnya mungkin belum percaya diri.
Ketua Panitia Kegiatan, Kukuh Imanda, mengungkapkan bahwa pelatihan semacam ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di sekolahnya dan langsung diikuti oleh 50 peserta.
“Banyak guru dan pelajar sudah memiliki akun media sosial. Harapannya, lewat pelatihan ini semangat mereka dalam berkarya bisa semakin berkembang,” jelas Kukuh.
Sementara itu dalam paparannya, Arif Firmansyah menekankan pentingnya karakter dan keberanian sebagai fondasi utama seorang kreator. Ia meyakini setiap individu memiliki potensi unik yang bisa menjadi kekuatan konten.
“Kunci utamanya jadi Content Creator yakni berani dan percaya diri. Semua dimulai dari nol, dan jika memiliki niat yang tangguh, seiring waktu kreativitas akan terbentuk,” terang Arif.
Praktisi yang juga Content Creator tersebut juga membagikan strategi dasar meningkatkan visibilitas, seperti penggunaan hashtag yang relevan dan konsisten sebagai identitas karya. Lebih dari itu, Arif melihat pelajar berkebutuhan khusus justru memiliki keistimewaan yang bisa menjadi nilai jual di tengah persaingan konten digital.
“Jika bakat dan kemampuan mereka digarap menjadi karya dan terus konsisten, mereka juga bisa punya nilai jual dan pangsa pasar,” tegasnya.
Dampak pelatihan ini langsung terasa. Linda, salah seorang pelajar tuna daksa, mengaku mendapatkan suntikan percaya diri. “Terima kasih Pak Arif sudah mengajari kami membuat konten dan memberi semangat untuk terus berkarya,” ucapnya.
Sementara Danang, pelajar tuna daksa lainnya, sudah langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. “Saya sudah memposting konten motivasi, dan saya ingin menjadi motivator terkenal,” katanya dengan semangat.
Inisiatif SLBN Purwosari ini mendapat apresiasi sebagai langkah nyata dan inklusif dalam mendorong literasi digital serta pemberdayaan kelompok difabel, membuktikan bahwa ruang kreatif di dunia digital terbuka untuk semua kalangan. (RB)








