RADARBLORA.COM,– Penguatan karakter religius siswa terus didorong melalui integrasi dengan lingkungan pendidikan. Sebagai bagian dari agenda kabupaten, SMP Negeri 3 Blora pagi ini 30 Januari 2026 menggelar kegiatan “Jumat Bersholawat” secara massal di halaman sekolah.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hal tersebut menandakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan berkarakter.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari program “Blora Bersholawat” yang dikoordinasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Blora. Namun, untuk pelaksanaan kali ini, Bupati Blora memberikan arahan khusus agar kegiatan dipusatkan di lingkungan sekolah.
“Blora Bersholawat ini biasanya digelar setiap bulan oleh Kabag Kesra. Kali ini Bupati menghendaki agar dilaksanakan di sekolah. Acara seperti ini yang ketiga, setelah sebelumnya di Todanan dan lokasi lain,” jelas Kepala SMPN 3 Blora, Trimo, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di lokasi. Ia menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan bersumber dari Bagian Kesra Kabupaten Blora.
Trimo memaparkan bahwa kegiatan bersholawat massal ini memiliki nilai strategis yang selaras dengan program pemerintah, khususnya Sekolah Sehat Nasional (SSN).
SSN tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan.
“SSN itu mencakup kegiatan keagamaan, mulai dari membaca dan menulis Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, hingga kegiatan religius lainnya. Sholawat ini sangat mendukung. Anak-anak menjadi lebih terpacu dan termotivasi untuk meningkatkan kegiatan keagamaan,” jelas Trimo.
Ke depannya, Trimo menyampaikan harapannya agar nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan kabupaten ini dapat berlanjut secara mandiri.
“Mudah-mudahan ke depan, sekolah bisa mengemas kegiatan sholawatan sendiri agar pembiasaan karakter religius siswa semakin kuat dan berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada agenda kabupaten,” pungkasnya.
Gerakan “Blora Bersholawat” yang melibatkan unsur pemerintah dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam membangun sinergi untuk memperkuat fondasi karakter religius generasi muda sejak dini. (YS)








