Tingkatkan Disiplin dan Karakter, 60 Siswa SMA/SMK se-Kabupaten Blora Ikuti Pelatihan Bela Negara Non-Militer

Perwakilan dari Polres, Kodim Blora dan Kepala Badan Kesbangpol, Sujianto, SE,. MM (foto dok: Y Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM, Sebanyak 60 pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Blora mengikuti Pelatihan Bela Negara yang digelar Pemkab Blora melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora. Kegiatan yang bertempat di Indoor Gor Mustika Blora pada Selasa 10 Februari 2026 ini difokuskan pada penguatan karakter, kedisiplinan, dan rasa nasionalisme secara non-militer.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Djati Prasetyo, selaku panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa pelatihan bela negara ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu semi-militer/militer dan non-militer. Kegiatan kali ini merupakan jenis non-militer yang sasarannya adalah siswa sekolah menengah atas.

“Koordinasi telah dilakukan dengan sekolah-sekolah untuk mengirimkan siswa sesuai kriteria. Di Blora, pelajar SMA/SMK pada dasarnya tidak nakal, tetapi ada tantangan terkait tingkat kedisiplinan yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Djati.

Ia menambahkan, keprihatinan muncul di saat melihat maraknya keributan yang melibatkan anak muda, meski seringkali mereka lebih sebagai korban ikut-ikutan. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membentengi para pelajar.

Sebagai pelaksana teknis, Kodim 0721 Blora dan Polres Blora memberikan pelatihan dasar, terutama melalui Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Pelatihan PBB dipilih sebagai metode untuk mengukur dan meningkatkan konsentrasi serta kedisiplinan peserta.

“Dari PBB dasar terlihat konsentrasi dan disiplin anak-anak masih kurang. Gerakan mereka belum kompak dan respons terhadap aba-aba perlu dilatih,” jelas Djati, mengobservasi langsung jalannya pelatihan.

Selain pelatihan praktik oleh TNI dan Polri, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian materi dari Kepala Kesbangpol, Sujianto serta Ketua Pokja 1 PKK Kabupaten Blora, Ratna Komang Irawadi. Materi tersebut bertujuan menanamkan wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme.

Djati mengakui bahwa kegiatan skala seperti ini baru pertama kali diselenggarakan dengan anggaran yang terbatas. Peserta tahun ini dibatasi 60 orang dari perwakilan beberapa sekolah.

“Untuk tahun-tahun mendatang, jika anggaran memadai, kami berharap bisa mengembangkan frekuensi dan bentuk kegiatannya. Bisa menjadi empat kali setahun dengan format yang lebih variatif, seperti outbound atau pelatihan semi-militer,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk mengusulkan dan mengalokasikan anggaran lebih besar agar program pembinaan karakter dan bela negara bagi pelajar ini dapat berjalan lebih intensif dan berkelanjutan, guna mencetak generasi muda yang disiplin, berkarakter kuat, dan cinta tanah air. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *