Wakil Ketua DPRD Blora: Hanya 14% PDRB Ditopang APBD, UMKM dan Sektor Swasta Jadi Penggerak Utama Ekonomi Daerah

RADARBLORA.COM,– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora sekaligus Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto, S.Pd., M.H., mengungkapkan bahwa kontribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap perekonomian Blora hanya sebesar 14%. Semuanya itu perlunya optimalisasi APBD untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekspor.

Bacaan Lainnya

APBD Hanya Menopang 14% PDRB.
Dalam paparannya, Siswanto menjelaskan bahwa Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Blora senilai Rp2,8 triliun hanya ditopang 14% oleh APBD. “Sisanya, 84% justru berasal dari sektor swasta, termasuk UMKM, usaha besar, dan bisnis perorangan,” ujarnya.

Kembali ia menegaskan, peran APBD sebagai pendongkrak perekonomian masih terbatas. “Artinya, APBD harus dioptimalkan untuk mendorong UMKM dan industri kreatif, khususnya pengrajin kayu jati yang memiliki nilai ekspor tinggi,” tambahnya.

Dorongan untuk Ekspor dan Pameran Internasional. 
Siswanto menyoroti pentingnya meningkatkan anggaran bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi dalam pameran nasional dan internasional.

“Banyak tawaran dari Kadin maupun Kementerian Perdagangan, tetapi sering terkendala biaya transportasi dan akomodasi,” katanya.

Ia mencontohkan, keikutsertaan Blora dalam pameran berskala internasional di Jakarta atas dukungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian ternyata membuahkan hasil positif.

“Banyak pembeli serius, bahkan ada yang langsung membayar. Ini membuktikan, pasar internasional terbuka lebar jika kita mampu menjangkau,” ujarnya.

Komitmen Perkuat Anggaran Perdagangan dan Ekspor. 
Siswanto berencana berkoordinasi dengan Bupati Blora H Arief Rohman, Budi Sarjono, dan Ketua DPRD untuk memperbesar alokasi anggaran perdagangan dan ekspor.

“Kita harus mulai memperkuat sektor ini. Beberapa daerah lain sudah berhasil mengekspor hingga 19 kontainer per satu bulan, dan tentu saja semua ini berkat dukungan pemerintah kabupaten,” ungkapnya.

Ia menambahkan, langkah strategis seperti meningkatkan partisipasi dalam pameran luar negeri dan memfasilitasi pengrajin lokal harus menjadi prioritas.

“Ini investasi jangka panjang untuk mendongkrak perekonomian masyarakat di Kabupaten Blora, Dengan potensi kayu jati dan produk kreatif lainnya, Blora diharapkan dapat menembus pasar global secara lebih masif, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” pungkas Siswanto. (YS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *