RADARBLORA.COM,– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalimasada Desa Purwosari, Kecamatan Blora, mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan 20% dana desa untuk ketahan pangan dengan anggaran sebesar Rp120 juta untuk membangun sektor peternakan ayam petelur. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ekonomi desa, tetapi juga menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.
Ketua BUMDes Kalimasada, Sutono, menegaskan bahwa dana sebesar 20% dari total anggaran desa tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kandang modern dan pembelian bibit ayam sebanyak 500 ekor.
“Ini bukan sekadar program, tapi langkah nyata untuk menciptakan kemandirian ekonomi warga. Kami melibatkan masyarakat langsung, mulai dari perawatan hingga pemasaran,” ujarnya.
Selain fokus pada peternakan, BUMDes juga akan merevitalisasi oven produksi yang selama ini menjadi tulang punggung usaha desa. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.
“Dengan perbaikan oven, kami dapat mengoptimalkan produktivitas dan nilai jual produk olahan masyarakat. Ini adalah bagian dari strategi memperkuat rantai nilai ekonomi di Desa Purwosari,” tambahnya.
Program ini mendapat respons positif dari bu Kades serta warga setempat. Beberapa di antaranya telah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi, baik sebagai tenaga kerja maupun mitra usaha.
“Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa dana desa dapat dikelola secara produktif, bukan hanya untuk infrastruktur, tetapi juga untuk menciptakan mata pencaharian berkelanjutan,” katanya.
Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur bagi desa-desa lain di Blora ucap Sutono, bahkan mungkin secara nasional, dalam memanfaatkan dana desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Dengan semangat gotong royong dan perencanaan yang matang, Purwosari bertekad menjadi contoh desa mandiri yang berdaya saing tinggi pungkas, Sutono. (RB)








