Posyandu Kabupaten Blora Berbenah Hadapi 6 SPM Baru: Tantangan Kader dan Pendanaan Jadi Fokus

RADARBLORA.COM,Implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pusat di Posyandu mulai diakselerasi, meski dengan sejumlah tantangan di lapangan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Blora Hj. Ainia Sholichah, SH, M.Pd.AUD, M.Pd.BI, selaku penanggung jawab program, dalam sebuah pertemuan koordinasi bertempat di Pendopo rumah dinas Bupati Blora, Selasa (13/1/2026)

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

“Kita akan menjalankan dengan kemampuan yang ada saat ini. Untuk implementasi penuh 6 SPM, karena belum semua berjalan, tentu kita terus berbenah,” ujarnya.

Meski masih dalam tahap percepatan, Ainia Sholichah menyebut sudah ada peningkatan positif, terutama dalam partisipasi masyarakat dan penataan layanan. Upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kader juga giat dilakukan.

“Kita meningkat terus. Dengan adanya transformasi ini, kita masih menambah dan mencari skema yang bisa diaplikasikan,” tambahnya.

Tantangan: Penerjemahan Mandiri, Kader, dan Honor.
Ainia Sholichah mengakui bahwa daerah mendapat instruksi untuk menerjemahkan program ini secara mandiri. Salah satu tantangan terbesar adalah mencari dan menyiapkan kader untuk mengelola 6 bidang SPM yang baru, yang tidak hanya mencakup kesehatan seperti sebelumnya.

“Tambahan kader ini yang agak susah. Cari orang, lalu kita berikan edukasi tentang 6 bidang yang baru. Yang biasanya hanya kesehatan, ini menjadi bidang lain juga,” jelasnya.

Persoalan honor bagi kader juga menjadi ganjalan serius. “Mereka mengorbankan waktu dan tenaga. Sebenarnya Itu yang kita harus apresiasi,” katanya menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pengorbanan personal yang besar.

Efisiensi dan Skema Pendanaan Alternatif.
Dalam kondisi semua serba efisiensi, pihaknya aktif mencari skema pembiayaan alternatif. Salah satu solusi yang digalangkan adalah dengan memperkuat sinergi program antara Posyandu dengan dinas-dinas terkait dan menggandeng pihak ketiga.

“Kita mencarikan skema lain, hal pembiayaan maupun keterkaitan dengan masing-masing program di dinas,” ucap Ainia Sholichah.

Jalan Keluar: Gandeng CSR dan Dunia Usaha.
Untuk mengatasi kendala pendanaan dan keberlanjutan, Ainia Sholichah menyatakan komitmen untuk mengajak pihak di luar pemerintahan, terutama dunia usaha, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kita ajak dan berharap beliau-beliau juga berkenan. Kita undang rapat juga agar dapat gambaran kondisi di lingkungan masing-masing, supaya memikirkan bersama,” paparnya.

Ia juga menyadari perlunya penyiapan proposal dan data yang matang untuk menarik CSR. “CSR ini, data itu seperti apa, permintaannya seperti apa, kita harus belajar di situ supaya mereka juga enggak salah paham dengan porsinya.”

Komitmen untuk Kesejahteraan Warga.
Di akhir pernyataannya, Ainia Sholichah menegaskan bahwa tujuan akhir dari semua upaya ini adalah kepentingan masyarakat.

“Kita bisa menjalankan program 6 bidang SPM ini dengan baik sesuai cita-cita kita semua. Ini kembali kepada masyarakat, kepentingan warga supaya lebih sejahtera, lebih baik,” pungkasnya penuh harap.

Program 6 SPM di Posyandu dinilai sebagai terobosan penting untuk mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat. Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada sinergi pemerintah, kesediaan kader, dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *