Tingkatkan Partisipasi Publik, Kelurahan Mlangsen Gelar Rembug Warga untuk Susun Prioritas Drainase Terintegrasi

RADARBLORA.COM,Pemerintah Kelurahan (Pemkel) Mlangsen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meluncurkan model partisipasi warga yang inovatif untuk menyusun perencanaan pembangunan infrastruktur yang lebih akurat dan berkelanjutan. Langkah itu diwujudkan melalui forum dialog terbuka bertajuk “Ngopi Bareng” yang digelar di Aula setempat, Rabu (21/1/2026).

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Forum yang dihadiri oleh Lurah beserta jajarannya, Serta para Ketua RT, RW dan perwakilan warga ini secara khusus difokuskan untuk merancang pembangunan sistem drainase terpadu. Kegiatan ini menandai pergeseran pendekatan dari perencanaan top-down (dari atas) menjadi berbasis aspirasi akar rumput (bottom-up).

Lurah Mlangsen Evi Kartikasari, menegaskan bahwa suara masyarakat adalah kompas utama. “Kelurahan tidak akan memutuskan secara sepihak. Yang paling memahami kondisi riil dan titik-titik masalah di lapangan adalah warga dan Ketua RT. Forum ini kita gelar untuk rembug bareng, menentukan skala prioritas yang benar-benar dibutuhkan,” jelasnya.

Forum “Ngopi Bareng” dirancang sebagai ruang yang santai namun produktif, mengundang masyarakat untuk mengidentifikasi langsung lokasi rawan genangan dan menyampaikan masukan teknis berdasarkan pengalaman sehari-hari.

Lebih lanjut Melalui diskusi intensif, diperoleh kesepakatan bahwa tahap pertama pembangunan akan difokuskan pada kawasan pengembangan di sektor timur dan selatan, mencakup wilayah RT 09, RT 10, dan RT 11 dalam RW 03.

“Target kami adalah sistem drainase yang terintegrasi dan berkelanjutan. Perencanaan ini dirancang agar pembangunan tidak parsial, melainkan menyeluruh, dengan skema anggaran bertahap yang jelas untuk tahun-tahun berikutnya,” papar Lurah Evi.

Kemudian yang menjadi sorotan, komitmen keterlibatan warga tidak berhenti pada tahap perencanaan. Pemerintah kelurahan berencana memberdayakan tenaga kerja lokal dari warga Mlangsen untuk pelaksanaan fisik proyek.

Kebijakan ini diharapkan memberikan dampak ganda: mempercepat perbaikan infrastruktur sekaligus menumbuhkan rasa memiliki (sense of ownership) masyarakat. Dengan terlibat langsung, diharapkan partisipasi warga dalam pemeliharaan jangka panjang juga akan meningkat.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Model kolaborasi yang transparan dan cair dinilai dapat menjadi contoh (best practice) untuk perencanaan program-program pembangunan lain di tingkat kelurahan, mulai dari jalan, penerangan, hingga fasilitas umum lainnya.

Inisiatif “Ngopi Bareng” ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Langkah kecil di Kelurahan Mlangsen ini menunjukkan bahwa solusi terbaik untuk masalah publik sering kali lahir dari meja rembugan bersama warganya. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *