RADARBLORA.COM,– Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Blora resmi mengawali masa khidmatnya untuk periode 2025–2029. Pelantikan yang berlangsung pada Minggu 15 Februari 2026 ini menjadi tonggak baru bagi organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dengan mengusung visi besar sinergi lintas sektor.
Ketua PC GP Ansor Blora, Yusup Saqo, dalam orasi kepemimpinannya menegaskan komitmennya untuk “mengibarkan bendera sinergi” sebagai rumusan utama visi-misi kepengurusan ke depan. Sinergi ini akan diwujudkan melalui kolaborasi strategis yang melibatkan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Blora.
“Gerakan Pemuda Ansor Blora harus bersinergi dengan lintas sektor di pemerintah daerah. Kami juga menjalankan mandat kaderisasi dari pimpinan pusat, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui seluruh perangkat organisasi,” tegas Yusup di hadapan para kader dan undangan.
Lebih lanjut, Yusup menjelaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan dioptimalkan melalui peran aktif seluruh elemen kader. Ia menyebut satuan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Majelis Dzikir Rijalul Ansor akan menjadi garda terdepan dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, hingga kebudayaan.
Fungsi Kontrol Sosial yang Proporsional.
Tak hanya fokus pada sinergi, Yusup juga menyoroti posisi strategis Ansor dalam dinamika pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa organisasinya akan menjalankan fungsi kontrol sosial secara proporsional. Menurutnya, GP Ansor Blora tidak akan ragu bersuara apabila terdapat kebijakan publik yang dinilai tidak berpihak atau berpotensi merugikan masyarakat.
“Secara otomatis kami turut menyuarakan hal-hal yang tidak berpihak kepada masyarakat. Kami akan satu suara dengan lembaga-lembaga lain ketika kebijakan tersebut tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya dengan tegas.
Solid Satu Barisan: Fondasi Gerakan Lima Tahun.
Di tengah semangat kolaborasi eksternal, Ketua PC GP Ansor Blora juga menyoroti pentingnya penguatan internal. Ia mengusung tagline “solid satu barisan” sebagai fondasi utama gerak organisasi untuk lima tahun ke depan.
Yusup menekankan bahwa soliditas tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Hal ini mencakup perlindungan dan pengayoman terhadap kader, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dengan komitmen sinergi dan kontrol sosial yang tegas, kepengurusan baru GP Ansor Blora diharapkan mampu memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat. (YS)








