RADARBLORA.COM,-Di balik terik matahari yang menyengat, puluhan TNI tampak menyatu dengan warga Dusun Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bukan sekadar tugas, sabtu 4 April 2026, mereka bergotong royong mengejar waktu. Targetnya mulia: menyelesaikan Pembangunan Jembatan Garuda.
Gemuruh suara mesin dan percakapan akrab terdengar di sela-sela adukan semen. Di bawah komando Kodim 0721/Blora, prajurit bersama masyarakat bahu-membahu mengecor pondasi siklop di kedua sisi tebing. Inilah tahap krusial yang menentukan kokohnya struktur dasar jembatan.
“Pondasi ini adalah tulang punggung. Bukan hanya besi dan batu yang kita kuatkan, tapi juga rasa aman setiap ibu yang menyekolahkan anaknya,” ujar Kapten Inf Maningsun, Pasiter Kodim 0721/Blora.
Baginya, Jembatan Garuda bukan sekadar proyek fisik. Jembatan lama yang sudah rapuh, berlubang, dan nyaris ambruk dan itu telah lama menjadi mimpi buruk warga.
Setiap hari, para pelajar nekat menyeberang dengan jantung berdebar, sementara petani mengeluh karena hasil bumi tak bisa diangkut maksimal serta potensi bahaya selalu mengintai.
“Jembatan lama sudah tidak layak. Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang terlambat ke sekolah karena takut jembatan roboh, atau ada warga yang celaka. Yang baru ini akan lebih kokoh, lebih aman, untuk jangka panjang,” tegas Maningsun.
Dengan akses yang nantinya akan pulih, Jembatan Garuda diharapkan segera mengembalikan denyut ekonomi desa
Rencananya, pembangunan ini akan terus dikebut dengan gotong royong setiap hari. Harapan baru kini tengah dibangun, satu cetak semen demi satu cetak semen, oleh tangan-tangan yang bersatu.
Pembangunan ini diharapkan rampung dalam beberapa pekan ke depan, mengakhiri masa-masa isolasi bagi Dusun Wotrangkul, dan membuka lembaran baru konektivitas untuk pendidikan serta kesejahteraan warga Blora. (RB)































