Perpustakaan Desa Nglarohgunung Raih Juara Harapan 1, Kini Hadirkan Pelatihan Tata Boga dari BLK Untuk Warga

Pembukaan Pelatihan Ketrampilan Tata Boga Bertempat di Perpustakaan Desa Cahaya Pustaka Nglarohgunung (foto dok: Y Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,- Sebuah kisah inspiratif datang dari Desa Nglarohgunung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Bermula dari keterbatasan, perpustakaan desa yang dibangun secara swadaya oleh warga kini menjelma menjadi ruang belajar yang benar-benar hidup bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Perpustakaan Desa Cahaya Pustaka menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari nol. Meski sempat dipandang sebelah mata, kini perpustakaan tersebut berhasil meraih Juara Harapan 1 dan memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Dari tempat itulah, semangat belajar dan kemandirian mulai tumbuh.

Harapan itu kini semakin diperkuat dengan hadirnya pelatihan tata boga dari Balai Latihan Kerja (BLK) Blora. Program ini menyasar 16 warga usia produktif yang ingin memiliki keterampilan dan peluang lebih baik di dunia kerja.

Pelatihan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini akan berlangsung selama 30 hari. Selama masa pelatihan, peserta tidak hanya belajar memasak, tetapi juga diajak memahami bagaimana mengolah makanan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin peserta punya bekal. Bukan cuma bisa masak, tapi juga bisa mandiri,” ujar Dwi Hantob Bagus Sulistyono Kepala UPTD BLK Dinperinnaker Blora yang mewakili Endro Budi Darmawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, Selasa (14/4/2026).

Bagi sebagian peserta, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan biasa. Ini adalah kesempatan kedua untuk bangkit, mencoba lagi, dan membuka jalan baru.

“Dengan syarat yang sederhana cukup KTP dan ijazah tanpa batasan pendidikan pelatihan ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang punya kemauan belajar,” ungkap Dwi Hanto.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perpustakaan Oemi Daneti, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam upaya meningkatkan kemandirian keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Kita semua tahu bahwa desa kita memiliki potensi pangan lokal yang sangat melimpah, mulai dari hasil kebun, sawah, hingga pekarangan rumah,” ujarnya.

Oemi kembali menjelaskan, Walau dalam ruangan sederhana dan peralatan dapur yang tidak mewah, para peserta mulai meracik harapan mereka sendiri. Dari bahan-bahan sederhana, lahir semangat baru bahwa masa depan tidak harus ditunggu, tetapi bisa mulai dibangun dari sekarang.

Meski tanpa janji bantuan modal, pelatihan ini tetap memberikan bekal paling penting: keterampilan dan kepercayaan diri.

Karena bagi warga Nglarohgunung, perubahan tidak datang dari bantuan semata tetapi dari kemauan untuk bergerak dan belajar. Dari perpustakaan kecil yang dulu dibangun dengan swadaya itu, kini lahir langkah-langkah kecil menuju kemandirian, pungkasnya. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *