Eva Monalisa, Harga Minyak Subsidi Selamatkan Roda UMKM Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa (foto dok: Y. Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa, menilai kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga minyak subsidi membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama yang bergerak di sektor ekonomi menengah ke bawah. Stabilitas harga minyak ini dinilai mampu membantu para pelaku usaha bertahan di tengah lonjakan harga bahan baku.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

“Alhamdulillah, harga minyak subsidi tidak naik, sehingga tidak terlalu berdampak bagi UMKM yang sebagian besar berada di level ekonomi menengah ke bawah,” ujar Eva dalam pernyataannya, Minggu (19/4/2026).

Namun, Eva mengakui bahwa sejumlah usaha kecil seperti pedagang kerupuk dan gorengan masih menghadapi tantangan berat akibat kenaikan bahan baku, termasuk komoditas impor seperti kedelai untuk produksi tempe. Untuk tetap bertahan, sebagian pelaku UMKM memilih strategi tidak menaikkan harga jual, melainkan mengurangi ukuran produk.

“Mereka menipiskan ukuran produk tanpa menaikkan harga. Ini menjadi strategi agar tetap bisa bertahan dan menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya. Ia pun mengapresiasi langkah adaptif tersebut sebagai bentuk ketahanan pelaku UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi.

Di sisi lain, Eva juga menyoroti maraknya pedagang kopi dan kuliner yang berjualan di trotoar. Menurutnya, diperlukan penataan yang lebih terstruktur agar aktivitas UMKM tidak mengganggu ketertiban umum. Sebagai solusi, ia tengah menggodok program penataan lokasi UMKM, termasuk rencana pembangunan sentra kuliner terpadu.

“Konsepnya adalah satu lokasi dengan berbagai ragam kuliner, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus memudahkan penataan UMKM,” katanya.

Tak hanya itu, Eva menyebutkan bahwa pihaknya juga menyiapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan gerobak usaha bagi UMKM. Program ini ditargetkan terealisasi pada tahun ini, khususnya di daerah pemilihan Jawa Tengah III yang meliputi Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora.

Jumlah bantuan gerobak diperkirakan 50 hingga 100 unit, tergantung pada jumlah dan kebutuhan UMKM yang mendaftar. Program ini terbuka bagi pelaku usaha baru maupun yang sudah lama beroperasi, termasuk yang peralatannya sudah tidak layak.

“Nanti akan kita data terlebih dahulu UMKM yang membutuhkan, baik yang baru memulai usaha maupun yang sudah lama, agar bantuan tepat sasaran,” pungkasnya. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *