RADARBLORA.COM,– Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, SP, MMA angkat bicara menanggapi sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi di wilayahnya. Dia menegaskan bahwa berdasarkan catatan dari pihaknya, laporan yang masuk justru bukan merupakan jatah pupuk untuk Kabupaten Blora.
“Laporan-laporan yang masuk di kami ternyata itu bukan jatah pupuk untuk Blora. Jadi kami selaku KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) telah berdiskusi. KP3 Blora itu tugasnya hanya memonitor jatah pupuk di Blora. Kalau di luar Blora, itu bukan tanggung jawab kita,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Menurut Dia, pihaknya bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dindakop) telah menyampaikan bahwa sesuai jatah yang ada, berati tidak ditemukan permasalahan di Kabupaten Blora. Bahkan dua hari sebelumnya, ia mengaku telah berkumpul bersama Wakil Bupati Blora dan perwakilan PT Petrokimia Gresik (Petro Bima) untuk menggenjot pengiriman pupuk.
“Kami justru akan menggenjot pengiriman. Bahkan sampai hari Sabtu kemarin tidak ada masalah,” tegasnya.
Mengaku Tak Temukan Penjualan Liar di Jati.
Ngaliman juga menanggapi dugaan penjualan pupuk di luar HET (Harga Eceran Tertinggi) di Kecamatan Jati. Ia menyebut setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan, tidak ditemukan praktik nakal.
“Kami langsung tindak lanjuti laporan dari masyarakat. Ada dugaan penjualan di luar HET di Kecamatan Jati. Kami sampai ke lokasi dan tidak kami temukan permasalahan. Kami sudah cek bersama orang yang melaporkan, dan sampai di sana tidak ada,” jelasnya.
Ia mengakui ada laporan, namun setelah dilakukan crosscheck, laporan tersebut lebih bersifat administratif dan tidak terbukti di lapangan.
Butuh Laporan Jelas dan Identitas Pelapor.
Ngaliman menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan laporan yang jelas dari masyarakat, termasuk identitas pelapor. Menurutnya, laporan tanpa kejelasan akan sulit dieksekusi.
“Sekarang justru laporan itu kami butuhkan yang jelas. Termasuk yang melaporkan harus juga jelas. Kami tidak mau laporan yang tidak jelas. Nanti kami akan eksekusi ke lapangan bersama tim KP3,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan seluruh anggota KP3 untuk merancang pengelolaan pupuk, terutama jika ada laporan dari masyarakat di tingkat kabupaten.
“Kemungkinan kecil kami tahu secara detail setiap kejadian, tapi laporan dari panjenengan (Anda) itu sangat penting sekali buat kami,” katanya.
Laporan Bisa Masuk Lewat Instagram.
Ngaliman juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat melalui media sosial, khususnya Instagram DP4 Blora yang dinilainya cukup aktif. Ia menyebut bahwa akun media sosial DP4 Blora bahkan meraih juara 1 tingkat kabupaten.
“Laporan terkait pupuk bisa melalui Instagram, harus jelas dan detail. Siapa yang melaporkan, kemudian kejadiannya di mana. Nanti kami eksekusi langsung bersama yang bersangkutan untuk dicek benar atau tidaknya,” pungkasnya. (YS)













