Atasi Keluhan Bau dan Limbah, Forkompimcam Japah Buka-bukaan: Masyarakat Malah Dapat Manfaat untuk Pakan Ayam!

RADARBLORA.COM,Dalam upaya pengelolaan limbah padat di kawasan SPPG (Sarana Peningkatan Produksi Gizi) Kecamatan Japah, Blora, mulai menunjukkan hasil nyata. Camat Japah, Tejo Yuwono, mengungkapkan bahwa limbah yang awalnya dikhawatirkan mengganggu lingkungan justru kini dimanfaatkan langsung oleh warga sekitar.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

“Kami tim dari kecamatan melakukan kunjungan sesuai arahan Satgas. Alhamdulillah, dari (limbah) padat sudah terkumpul di tempat yang menyenangkan (lokasi yang nyaman untuk dikelola). Insya Allah berjalan baik,” ujar Tejo dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, penyempurnaan pengelolaan tetap diperlukan seiring waktu. Namun yang menggembirakan, masyarakat telah merasakan manfaat ekonomi dari limbah tersebut.

“Limba padat itu dimanfaatkan oleh masyarakat. Kalau terlalu cair, kita bisa mencetak (mengolah menjadi padat). Warga jadi bisa memberi makan ayam, makan bebek (pakan ikan/ternak), dan plastiknya nanti dikumpulkan kembali,” jelas Tejo.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan warga menjadi kunci keberhasilan. “Masyarakat mendapat manfaat nyata, sementara kami terus memastikan proses berjalan sesuai standar,” pungkasnya.

Puskesmas Japah Akui Masih Ada Kekurangan IPAL, Namun Bau Mulai Hilang. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD Puskesmas Japah, Anita Kusumaningrum, mengakui bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG yang masih baru itu belum sepenuhnya sempurna.

“Karena SPPG ini baru, kami sudah berusaha untuk IPAL-nya. Memang ada sedikit kekurangan, dan nanti akan dipenuhi oleh tim dari SPPG,” ujar Anita.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama Unit Kesehatan Masyarakat, sudah dua kali melakukan hubungan tertinggi (koordinasi puncak) terkait kesehatan lingkungan.

“Awal ada sedikit keluhan dari masyarakat, misalnya bau. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Meskipun tim SPPG tetap akan menyempurnakan. Kemarin masih ada bau sedikit, sekarang sudah hilang,” terangnya.

Anita juga menyoroti kekurangan peralatan yang masih perlu dilengkapi. “Yang kurang itu alatnya, karena yang lebih paham teknis dari tim KL (Kesehatan Lingkungan). Kami sudah bertemu dua kali untuk membahas ini,” katanya.

Tak hanya IPAL, Puskesmas juga proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan SPPG. “Kami lakukan CKG (Cek Kesehatan Gratis) untuk seluruh karyawan. Harapan kami semua karyawan SPPG sehat. Jadi tidak hanya IPAL saja yang kami urus, tapi banyak aspek yang kami selap (kelola),” tutup Anita.

Dengan adanya sinergi antara Polsek, Kecamatan, Puskesmas dan masyarakat, masalah limbah di SPPG Japah diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat timbal balik. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *