Tak Sekadar Ritual, DPRD Blora Satukan Hati Lewat Ruwatan dan Doa di Bulan Muharram

Doa dan Potong Tumpeng Sekaligus Gelar Ruwatan di Gedung DPRD Blora (foto dok: Y. Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Suasana khidmat menyelimuti kompleks Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kegiatan dalam menyambut bulan suci Muharram tersebut beberapa rangkaian acara digelar sejak 2 hari lalu menjadi momentum bagi seluruh jajaran dewan, pegawai sekretariat, serta para santri untuk bersama-sama memanjatkan doa dan melestarikan tradisi ruwatan sebagai bentuk syukur serta tolak bala.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto,, S. Pd., M. H., menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dirancang oleh sekretariat DPRD dengan serangkaian acara yang sarat makna. “Kemarin kami sudah melaksanakan doa bersama dan pembacaan Tahlil serta Yasin yang diselenggarakan oleh sekretariat DPRD Kabupaten Blora. Kami juga mengundang para santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora serta seluruh jajaran pegawai sekretariat DPRD,” ujar Siswanto Sabtu (4/7/2026).

Doa bersama tersebut digelar di lingkungan kantor DPRD Kabupaten Blora, baik di mushola maupun di ruang-ruang kantor yang tersedia. Suasana penuh kekhusyukan tampak dari raut wajah para peserta yang larut dalam lantunan ayat-ayat suci dan pujian kepada Allah SWT, memohon keberkahan serta keselamatan bagi seluruh masyarakat Blora di tahun baru Islam ini.

Puncak rangkaian acara dilanjutkan pada Sabtu siang dengan digelarnya prosesi ruwatan yang dihadiri tidak hanya oleh para pegawai sekretariat DPRD, tetapi juga para pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Blora. Dalam budaya Jawa, ruwatan memiliki peran penting sebagai sarana penolak bala dan pemulihan keseimbangan alam serta batin. Tradisi yang berasal dari kata “ruwat” yang berarti “membersihkan” atau “menyelamatkan” ini mengandung makna spiritual yang mendalam.

“Ruwatan ini kami gelar sebagai wujud syukur di bulan Muharram yang penuh berkah. Kami berharap seluruh kegiatan DPRD ke depan senantiasa mendapat perlindungan dan kelancaran dari Tuhan Yang Maha Esa, serta membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Blora,” tambah Siswanto, yang juga dikenal sebagai tokoh politik inspiratif di Blora.

Malam harinya, suasana semakin semarak dengan digelarnya pagelaran wayang kulit di halaman kantor DPRD Kabupaten Blora. Pagelaran wayang kulit yang berlangsung tersebut menjadi hiburan sekaligus media dakwah yang sarat akan nilai-nilai filosofis. Wayang kulit dipilih sebagai media untuk memohon keselamatan dan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dengan adanya ruwatan dan pagelaran wayang kulit ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga tradisi leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi. Bulan Muharram adalah momentum yang tepat untuk introspeksi diri dan meningkatkan kebersamaan,” pungkas Siswanto.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DPRD Kabupaten Blora dalam melestarikan budaya lokal di tengah kesibukan tugas legislatif dan pengawasan. Rangkaian acara yang mengawinkan nilai-nilai religius dan tradisi Jawa ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh seluruh masyarakat Blora. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *