BUMDes Nglarohgunung Panen Perdana Melon Premium, Program Ketahanan Pangan Berbuah Manis

RADARBLORA.COM, Inovasi pertanian modern di Kabupaten Blora kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Eka Putra Sejahtera, Desa Nglarohgunung, Kecamatan Jepon, mulai memanen perdana melon premium yang dibudidayakan di greenhouse (rumah kaca) pada Rabu 22 Juli 2026. Panen perdana ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah pusat melalui optimalisasi dana desa.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Ketua BUMDes Eka Putra Sejahtera, M. Munasir, S.Pd, menjelaskan bahwa greenhouse yang dibangun memiliki kapasitas seribu buah melon. Dalam budidayanya, pihaknya menerapkan dua metode sekaligus, yaitu sistem hidroponik dan tanam di tanah. “Karena kita baru mencoba, kita pakai dua metode. Dan ternyata dua-duanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing,” ujar Munasir saat ditemui di lokasi panen.

Dari seribu tanaman yang dibudidayakan, sebanyak 800 buah berhasil dipanen. Dengan harga jual Rp25.000 per kilogram dan berat rata-rata sekitar 2 kilogram per buah, satu buah melon premium dibanderol Rp50.000. “Kemarin kita survei ke teman-teman yang memiliki greenhouse di Blora, melon premium diangkat Rp20.000-Rp30.000 per kilogram. Kita ambil tengah-tengah saja, Rp25.000 per kilogram,” jelasnya.

SISTEM HIDROPONIK NET DAN TANTANGANNYA.

Untuk sistem hidroponik, BUMDes Eka Putra Sejahtera menggunakan metode NFT (Nutrient Film Technique) dengan sirkulasi air yang mengandung nutrisi. “Nutrisinya kita taruh di dalam air, terus kita buat irigasi memutar,” terang Munasir.

Namun, sistem ini memiliki tantangan tersendiri. Ketergantungan pada listrik menjadi kendala utama. “Seperti saat ini, listriknya mati. Jadi ada kendala, nanti mungkin bagian tertentu layu,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan solusi dengan memadukan sistem genangan air agar sirkulasi nutrisi tetap berjalan meski listrik padam.

Munasir menambahkan bahwa dari segi lingkungan, sistem hidroponik dinilai lebih maksimal dibandingkan metode tanam di tanah.

ANTUSIASME MASYARAKAT DAN EDUKASI PERTANIAN.

Momen panen perdana ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. “Alhamdulillah, dari masyarakat sangat antusias. Terhitung hari ini tadi mungkin ada beberapa tamu yang berkunjung di sini,” kata Munasir.

Bahkan, beberapa warga sudah datang untuk memetik dan membeli langsung buah melon yang dipanen. Tak hanya itu, sejumlah tamu yang berkunjung juga menyatakan ketertarikannya untuk membuat greenhouse serupa di tempat masing-masing.

“Harapannya sih untuk warga. Minimal kemarin kita sudah mengedukasi beberapa warga di sini. Ketika kita memulai, tentunya karena ini adalah inovasi pertanian dan belum familiar di masyarakat, mungkin banyak masyarakat yang kurang percaya. Namun di hari ini ketika mulai panen, mereka mulai mengerti,” tutur Munasir.

KOLABORASI DENGAN MASYARAKAT DAN RENCANA PENGEMBANGAN.

BUMDes Eka Putra Sejahtera juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat yang ingin memiliki greenhouse sendiri. “Kita patok harga Rp300.000 per meter. Jadi BUMDes kami nanti ke depannya juga bisa kolaborasi dengan masyarakat sini untuk pengadaan greenhouse bagi yang membutuhkan,” jelas Munasir.

Modal pembangunan greenhouse sendiri mencapai sekitar Rp90 juta yang bersumber dari program ketahanan pangan desa. Sementara untuk biaya operasional sekali tanam, termasuk bibit, pupuk, dan perawatan, dianggarkan tidak lebih dari Rp10 juta.

DUKUNGAN PEMERINTAH KECAMATAN JEPON.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jepon Marthin Ukie Ardhana bersama Kasi Pembangunan Kecamatan Jepon, Suwito, yang turut hadir dalam panen perdana, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan program ini. Menurutnya, budidaya melon premium di Desa Nglarohgunung merupakan salah satu pilot project Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Dana ketahanan pangan di tahun 2025 dipertahankan ke BUMDes, berarti wahana untuk menciptakan ketahanan pangan di wilayah desa masing-masing. Alhamdulillah, salah satu desa di Kecamatan Jepon yang betul-betul bisa menghasilkan produk yang berhasil adalah Desa Nglarohgunung,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada M. Munasir selaku pengelola BUMDes dan Kepala Desa Nglarohgunung atas dedikasi mereka sehingga program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Jepon bisa berhasil dengan baik.

Dengan panen perdana ini, BUMDes Eka Putra Sejahtera optimistis dapat terus mengembangkan budidaya melon premium ke depannya, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora untuk memanfaatkan program ketahanan pangan secara maksimal. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *