Bukan Sekadar Pakai AI! Guru Dabin I Blora Ditantang Sulap Prompt Menjadi Perangkat Ajar

Foto Tengah Dari Kanan Ekabriyanti Reni Oktafia, S.Kom., M.Pd. Guru SMAN 2 Blora dan Herningtyas Anggi Weskananti S.Pd Guru SDN 2 Karangjati (foto dok: Istimewa/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,- Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Sindoro Dabin I Kabupaten Blora menggelar kegiatan pengembangan kompetensi bertema “Guru Naik Level dengan AI: Dari Prompt Menjadi Perangkat Ajar Siap Pakai”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (15/8/2026) itu menghadirkan Ekabriyanti Reni Oktafia, S.Kom., M.Pd. sebagai narasumber utama.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Para pendidik di lingkungan Dabin I Kabupaten Blora tampak antusias mengikuti sesi yang berlangsung di bawah kepemimpinan Ketua KKG Gugus Sindoro, Erviana Liberti, S.Pd. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi guru untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari inovasi pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Reni menegaskan bahwa perkembangan AI justru menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi, bukan berhenti sebagai pengguna teknologi pasif.

“Guru tidak harus takut dengan AI. Justru guru harus naik level dan menjadikan AI sebagai asisten cerdas untuk memperkuat kreativitas, efisiensi, dan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga diajak mempraktikkan bagaimana sebuah prompt dapat dikembangkan menjadi berbagai perangkat pembelajaran yang siap pakai. Melalui sesi praktik, guru diperkenalkan dengan teknik menyusun prompt efektif dengan memberikan konteks, tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi, serta format keluaran yang diharapkan. Dari sebuah instruksi sederhana, para guru diarahkan untuk menghasilkan ide dan rancangan materi ajar, modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), asesmen, soal, rubrik penilaian, hingga aktivitas pembelajaran.

Namun demikian, Reni menekankan bahwa AI tidak dapat menggantikan peran profesional seorang guru. Setiap hasil yang dihasilkan AI tetap membutuhkan verifikasi, validasi, penyuntingan, dan pertimbangan pedagogis dari guru agar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi nyata peserta didik.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka secara langsung mencoba menyusun prompt dan mengembangkan perangkat ajar dengan bantuan AI. Proses tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Dengan pemahaman yang tepat, guru dapat memulai dari satu prompt sederhana dan mengembangkannya menjadi perangkat pembelajaran yang lebih terstruktur.

Ketua KKG Gugus Sindoro, Erviana Liberti, S.Pd., mendorong agar kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui praktik baik dan berbagi pengalaman antarguru di lingkungan Dabin I.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga guru yang mau belajar, beradaptasi, dan terus meningkatkan kompetensinya. Dari Gugus Sindoro Dabin I Kabupaten Blora, pesan itu menjadi semakin jelas: AI boleh semakin cerdas, tetapi guru harus semakin berdaya. Guru Naik Level. Prompt Naik Kelas. Pembelajaran Naik Kualitas. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *