RADARBLORA.COM,- Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, mengelola kawasan hutan seluas puluhan ribu hektare yang tersebar di 41 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kasi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis (PPB) KPH Cepu, Sukono, mengatakan wilayah kerja KPH Cepu terbagi dalam dua wilayah, yakni Sub Cepu Utara dan Sub Cepu Selatan, dengan total 41 RPH.
“Luas kawasan hutan yang dikelola KPH Cepu tersebar di 41 RPH yang terbagi dalam dua wilayah, yakni Sub Cepu Utara dan Sub Cepu Selatan,” ucap Sukono Jum’at (11/9/2026)
Ia menjelaskan, Sub Cepu Utara meliputi enam Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), yakni Wonogadung, Cabak, Nanas, Nglebur, Kedewan, dan Sekaran.
Luas kawasan hutan di masing-masing RPH bervariasi, mulai sekitar 553 hektare hingga lebih dari 1.100 hektare. Beberapa RPH dengan kawasan hutan cukup luas antara lain RPH Nglebur sekitar 1.149,6 hektare dan RPH Kedewan sekitar 1.036,3 hektare.
Sementara itu, Sub Cepu Selatan mencakup BKPH Ledok, Kendilan, Pasarsore, Nglobo, Blungun, dan Pucung.
“Sejumlah RPH di wilayah Sub Cepu Selatan juga tercatat memiliki kawasan hutan lebih dari 1.000 hektare, di antaranya RPH Giyanti sekitar 1.143,2 hektare, RPH Ngawenan 1.132 hektare, RPH Mejuran sekitar 1.084,4 hektare, dan RPH Kejalen sekitar 1.052,6 hektare,” ujarnya.
RENCANA TEBANGAN E TAHUN 2026.
Selain pengelolaan kawasan hutan, KPH Cepu juga memiliki rencana pemanfaatan hasil hutan berupa Tebangan E (Teb E) atau penjarangan pohon pada 2026.
Sukono mengatakan rencana Teb E tersebut tersebar di 12 BKPH dengan total volume tebangan mencapai 9.299,949 meter kubik.
“Rencana Teb E per BKPH tahun 2026 terdapat di 12 BKPH dengan total rencana volume tebangan mencapai 9.299,949 meter kubik,” ujarnya.
BKPH Blungun menjadi wilayah dengan rencana volume tebangan terbesar, yakni mencapai 3.400,754 meter kubik. Selanjutnya, BKPH Pasarsore sebesar 1.604,564 meter kubik dan BKPH Nglebur sebanyak 1.036,281 meter kubik.
Rencana volume tebangan lainnya meliputi BKPH Wonogadung sebanyak 904,193 meter kubik, Nglobo 488,895 meter kubik, Pucung 339,410 meter kubik, Sekaran 371,608 meter kubik, Ledok 300,201 meter kubik, Nanas 307,151 meter kubik, Kedewan 237,540 meter kubik, Kendilan 278,418 meter kubik, serta Cabak 30,934 meter kubik.
“Dengan demikian, total rencana volume tebangan dari 12 BKPH tersebut mencapai 9.299,949 meter kubik pada 2026,” ujarnya.
KOMITMEN KELESTARIAN HUTAN.
Sukono menegaskan, pengelolaan kawasan hutan tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan hasil hutan, tetapi juga mencakup upaya menjaga fungsi ekologis kawasan serta keberlanjutan sumber daya hutan dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
“Pengelolaan kawasan hutan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan hasil hutan, tetapi juga mencakup upaya menjaga fungsi ekologis kawasan serta keberlanjutan sumber daya hutan dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” imbuhnya.
Dengan luas kawasan mencapai puluhan ribu hektare, KPH Cepu berperan strategis dalam pengelolaan hutan di wilayah Blora dan sekitarnya, baik dari sisi produksi hasil hutan maupun pelestarian lingkungan. (RB)
















