Forkopimcam Randublatung Turun Tangan: Terkait Drainase Tersumbat di Jalan Provinsi, Ini Ancaman Banjir dan Nyamuk!

Tarkun, SH. M. Si., Camat Randublatung bersama Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto dan Forkopimcam cek drainase yang bermasalah. (foto dok: Istimewa/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Genangan air yang menggenang di Jalan Raya Diponegoro, tepatnya di depan Lapangan Desa Pilang, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora akhirnya mendapat respons cepat dari jajaran Forkopimcam. Mereka menggelar survei langsung di ruas jalan provinsi Jawa Tengah yang kondisinya memprihatinkan itu. Langkah ini dipicu oleh keluhan warga yang sudah lama mengeluhkan saluran air mampet.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Di pimpin Camat Randublatung Tarkun, SH, M. Si., bersama Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto serta perangkat Desa Pilang menyusuri setiap meter saluran. Hasilnya, satu ruas drainase utama ditemukan dalam keadaan macet total. Titik paling kritis berada di ujung selatan lapangan, di depan gapura lorong menuju rumah Pak Siswanto-seorang warga yang setiap hari mesti melewati kubangan air hitam.

“Di sana air benar-benar tergenang, tidak mengalir. Bahkan ketinggian muka air sudah rata dengan aspal jalan raya. Ini sangat berbahaya, apalagi saat hujan deras,” ujar Tarkun dengan nada prihatin. Senin (6/7/2026)

Menurutnya, akar masalahnya klasik namun sering diabaikan: timbunan lumpur yang bertahun-tahun tidak pernah dikeruk. Sampah organik dan endapan tanah menyumbat hampir seluruh kapasitas saluran. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, bukan tak mungkin Jalan Diponegoro yang menjadi arteri utama Randublatung akan berubah menjadi sungai dadakan.

Lebih dari sekadar banjir, Camat mengingatkan ancaman kesehatan yang mengintai. “Genangan air kotor ini adalah sarang nyamuk yang sempurna. Ancaman demam berdarah dan penyakit kulit sangat nyata, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar lapangan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Forkopimcam akan segera mengajukan permohonan normalisasi ke Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, mengingat lokasi merupakan kewenangan provinsi. Namun, Tarkun juga menyentil kesadaran kolektif warga.

“Kami akan koordinasi intens, tapi peran serta masyarakat tidak kalah penting. Mari kita hentikan kebiasaan buang sampah sembarangan. Ayo hidupkan kembali kerja bakti rutin di setiap RT,” imbaunya.

Sementara itu Danramil Kapten Kav Teguh Linarto menambahkan bahwa pihaknya siap menggerakkan personel untuk membantu gotong royong jika ddibutuhkan

“Ini masalah kita bersama. Jangan tunggu banjir besar terjadi, lebih baik cegah dari sekarang,” katanya.

Dengan normalisasi yang diharapkan segera terealisasi, mobilitas warga di Jalan Diponegoro bisa kembali lancar, dan risiko genangan saat musim hujan dapat diminimalkan. Forkopimcam Randublatung berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian penanganan dari provinsi. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *