RAPID TEST BERGERAK NAIK CAPAI 52, KASUS COVID -19 DI BLORA BERPOTENSI NAIK

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Pihaknya juga menekankan bahwa penyebaran dari hari ke hari semakin meningkat sehingga masyarakat diminta lebih disiplin dan lebih taat.

“Kalau kita tidak mematuhi himbauan pemerintah, penyakit ini tidak akan bisa dicegah, dan bisa menyebar. Tolong dengan sungguh-sungguh, kita semuanya harus disiplin CTPS, di rumah saja, wajib pakai masker jika terpaksa keluar, hindari kerumunan. Jika tidak pakai masker, bahaya, musuh kita tidak kasat mata, ini virus, tidak ada yang tahu, sangat bahaya,” ujar Lilik Hernanto.

Apalagi menurutnya saat ini sudah ada 21 tenaga medis dari RSUD Blora dan RSUD Cepu yang harus menjalani isolasi karena rapid test nya positif.

“Tolong, kalau tenaga kesehatan kita sudah banyak yang terpapar mau kemana lagi kalau kita nanti sakit. Satu satunya jalan, kita harus meningkatkan kekebalan diri kita sendiri. Jangan main-main dengan virus ini,” tambah Lilik Hernanto.

Menurutnya tenaga medis RSUD Blora dan RSUD Cepu sudah banyak yang dirawat, bahkan di Klinik Bakti Padma sudah ada 26 pasien yang dirawat.

“Untuk seluruh teman-teman tenaga medis di Kabupaten Blora, baik dokter, perawat, bidan, dan lainnya tetap semangat. Kalian jangan takut. Tetap semangat, kami percaya kalian adalah garda terakhir pertahanan kita semua. Tenaga kita banyak dibutuhkan, jangan sampai sakit. Mereka membutuhkan kita. Kita tahu ini luar biasa. Kalau kalian sakit, akan kemana masyarakat kita,” terang  Lilik Hernanto dengan nada sedih, hampir meneteskan air mata.

Dirinya juga menekankan kepada masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Semuanya diminta kompak untuk bersama-sama disiplin. (RED-HB01)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *