RADARBLORA.COM,– Keterbatasan akses yang selama ini membelenggu aktivitas warga di dua desa terpencil akhirnya menemukan titik terang. Kehadiran negara kini benar-benar terasa setelah TNI membangun Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai yang menghubungkan Desa Nglebur dan Desa Janjang.
Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat akan akses yang aman dan layak.
Selama bertahun-tahun, warga harus mengambil risiko setiap kali menyeberangi sungai untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke sekolah, menggarap lahan pertanian, hingga mengangkut hasil bumi ke pusat ekonomi.
Komandan Koramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno, yang langsung meninjau pembangunan pada Rabu 22 April 2026, menegaskan bahwa kehadiran TNI merupakan bagian dari komitmen negara dalam membantu masyarakat.
“TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat,” ujarnya di lokasi pembangunan.
Dengan infrastruktur yang lebih memadai ini, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Anak-anak sekolah tak perlu lagi khawatir saat melintasi sungai, sementara petani bisa mengangkut hasil panen tanpa terkendala medan berbahaya.
Di balik pembangunan yang sarat makna ini, terdapat kolaborasi erat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Medan yang sulit dan kontur tanah yang menantang tidak menjadi penghalang. Justru, kondisi itulah yang memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan.
Kapten Inf Sumarno berharap jembatan ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Lebih dari sekadar penghubung fisik, Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pelosok. (RB)































