Baznas Bersama Dinas Pendidikan Blora Salurkan ZIS Rp300,2 Juta untuk Beasiswa dan Pemberdayaan

RADARBLORA.COM,– Dinas Pendidikan Kabupaten Blora bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan kesejahteraan melalui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) senilai Rp300.200.000. Program yang dikelola melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ini merupakan yang ketiga kalinya disalurkan dengan nilai rata-rata serupa.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Penyaluran dana sosial ini menjadi bukti nyata kepedulian kolektif para pendidik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Blora untuk meringankan beban masyarakat dan mendorong kemajuan pendidikan.

Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Pendidikan Blora, Firsty Himawan Kusnadhi, S.E., M.Acc., dalam sambutannya memaparkan detail alokasi dana. “Dana ZIS ini kami salurkan secara tepat sasaran untuk sejumlah program prioritas,” ujarnya.

Program-program tersebut meliputi:
1. Beasiswa Siswa Miskin: Sebanyak 112 siswa SMP menerima bantuan Rp750.000 per anak (total Rp84 juta) dan 366 siswa SD menerima Rp450.000 per anak (total Rp164,7 juta).
2. Bantuan Modal Usaha Produktif: Disediakan untuk 23 penerima dengan nilai Rp1,5 juta per orang (total Rp34,5 juta).
3. Bantuan Kesehatan: Dialokasikan bagi siswa SD dan SMP yang mengidap sakit menahun, senilai Rp2 juta.
4. Sarana Ibadah: Bantuan pembelian karpet mushola untuk dua sekolah, masing-masing senilai Rp2,5 juta (total Rp5 juta).

Sementara itu Ketua Baznas Blora, H. Sutaat, S.Pd., mengungkapkan bahwa kontribusi UPZ Dinas Pendidikan konsisten menjadi salah satu yang terbesar. “Alokasi terbesar memang untuk beasiswa, sebagai bentuk investasi masa depan anak bangsa. Sisanya diperuntukkan bagi modal usaha guru tidak tetap, tenaga non-PNS, serta bantuan kesehatan siswa,” jelasnya kamis (18/9/2025).

Sutaat menegaskan bahwa kegiatan filantropi ini selaras dengan Gerakan Sedekah Subuh yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Blora. Ia berharap, dana yang dihimpun dari para ASN dan tenaga pendidik dapat kembali memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak.

“Doa tulus dari mereka yang terbantu, terutama anak yatim, menjadi harapan kami semua untuk mendatangkan keberkahan yang lebih luas,” tambah Sutaat.

Program penyaluran ZIS ini diharapkan tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat. Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana institusi pemerintah dapat bersinergi dengan lembaga zakat untuk membangun kesejahteraan sosial melalui pendidikan, ekonomi, dan solidaritas yang kuat. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *