Kunduran Cetak Prestasi, Pacu Penerimaan PBB untuk Pembangunan yang Memberi Manfaat

Camat Suharto, S.E., S.H., M.Hum.. bersama empat Kades Kunduran di saat menerima penghargaan foto dok: (Y Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,– Semangat gotong royong dan komitmen kuat untuk pembangunan tampak menggelora di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Di bawah pimpinan Camat Suharto, S.E., S.H., M.Hum.. wilayah ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahap pertama, dengan rata-rata capaian yang sangat tinggi.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Camat Suharto mengungkapkan, empat desa di Kunduran bahkan telah menuntaskan target tahap pertama di atas 50%, menjadi motor penggerak bagi desa-desa lainnya. Namun, langkah ini tidak berhenti di sini.

“Keberhasilan ini adalah awal. Kita akan melakukan penderasan atau pemantapan lagi untuk terus mendorong realisasi PBB. Target kita, pasca sidang nanti, Kunduran bisa mencapai 100%,” ujar Suharto dengan penuh keyakinan di sela-sela sebuah acara yang penuh dengan semangat kebersamaan.

Momen kebersamaan itu diwujudkan dengan foto bersama bersama Kepala desa di acara tadi dan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol komitmen untuk bersinergi menggalang partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Kita semua terpacu oleh prestasi ini. Foto bersama tadi adalah bentuk ikrar kita untuk bergotong royong, guyub rukun dengan seluruh masyarakat se-Wilayah Kunduran. Partisipasi mereka adalah kunci utama,” tambahnya penuh haru.

Harapan besar dititipkan pada penyelesaian pajak ini. Camat Suharto menegaskan bahwa setiap rupiah dari penerimaan PBB akan dialokasikan untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Pembangunan untuk kesejahteraan rakyat adalah prioritas kami. Penerimaan daerah dari PBB ini sangat vital untuk kita masukkan ke dalam program-program pembangunan yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak. Inilah wujud nyata dari pajak yang kembali ke rakyat,” pungkasnya.

Komitmen Kecamatan Kunduran ini menjadi contoh nasional tentang bagaimana kolaborasi yang solid antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat dapat menciptakan momentum positif untuk percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (YS)

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *