RADARBLORA.COM,– Blora – Memasuki masa Penerimaan Siswa Baru (PSB) atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, SMA Negeri 1 Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengambil langkah proaktif dengan membuka layanan pembuatan akun sejak hari pertama. Kepala SMAN 1 Jepon Dody Luhansa menjelaskan, bahwa saat ini tahapan SPMB sedang memasuki fase ajuan akun, verifikasi, dan aktivasi akun.
“Sebenarnya ajuan akun dan aktivasi bisa dilakukan siswa secara mandiri di rumah. Tapi sejak hari pertama, tanggal 3, kami sudah melayani ajuan akun di sekolah. Kami membantu anak-anak mengajukan akun,” ujar Kepala SMAN 1 Jepon saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/6/2026).
Setelah ajuan akun, pihak sekolah juga memfasilitasi verifikasi mulai tanggal 4. “Verifikasi memang harus dilakukan di sekolah, tetapi tidak harus di SMAN 1 Jepon. Bisa di sekolah negeri mana pun. Misalnya anak mau mendaftar di sekolah lain, tapi ajuan akun dan verifikasi bisa di sini, kami layani,” jelasnya.
Untuk aktivasi akun juga diberikan layanan serupa. Waktu pelayanan verifikasi mengikuti sistem, mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 15.00. Sementara untuk ajuan akun dan aktivasi bisa dilakukan sebelum maupun sesudah jam tersebut.
Zona Domisili Prioritas: Jepon, Jiken, Bogorejo. Blora dan Sambong
Menjawab pertanyaan tentang sistem SPMD, Kepala SMAN 1 Jepon merinci bahwa sistem PPDB di sekolahnya menggunakan empat jalur. “Yaitu jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi,” ujarnya sambil tersenyum.
Adapun pembagian kuota: jalur domisili 33%, afirmasi 32%, Prestasi 30% dan mutasi 5%. Daya tampung sekolah di seni sebanyak 324 siswa, dengan 9 rombongan belajar (rombel) sehingga masing-masing kelas berisi 36 siswa.
“Prioritas domisili ditentukan jarak rumah ke SMAN 1 Jepon yang ada di wilayah kecamatan Jepon, Jiken, Bogorejo, Blora dan Sambong sesuai batasan wilayah yang masih berdekatan,” tambahnya.
Keunggulan: Pendampingan Intensif ke PTN & Sekolah Inklusif.
Salah satu keistimewaan SMAN 1 Jepon adalah bimbingan intensif bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Pendampingan dimulai sejak kelas 10, kelas 11, hingga kelas 12.
“Hasilnya, tahun lalu SMA Negeri 1 Jepon meloloskan 49 siswa ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Itu terbanyak se-Kabupaten Blora,” ungkapnya dengan bangga. Capaian ini menurutnya berkat dedikasi para guru, wali kelas, dan bimbingan konseling (BK) dalam membantu anak memilih jurusan di PTN.
Selain itu, sekolah ini mengusung semangat inklusif. “Kekuatan kami adalah merangkul semua anak dari berbagai kemampuan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Sekolah kami inklusif, menerima semua anak, termasuk berkebutuhan khusus,” tutupnya. (RB)











