RADARBLORA.COM,– Progres revitalisasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus menunjukkan perkembangan positif. Kepala Sekolah SMAN 1 Jepon, Dody Luhansa, mengungkapkan bahwa saat ini pengerjaan revitalisasi telah mencapai sekitar 32 persen dan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Untuk revitalisasi, progresnya berjalan lancar. Saat ini kurang lebih ada di 32 persen. Kalau hambatan sebenarnya tidak ada, semua berjalan lancar,” ujar Dody, Senin (27/7/2026).
Diketahui, SMAN 1 Jepon menerima bantuan revitalisasi dari APBN melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah senilai Rp1,720.010.000. Revitalisasi meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan kembali toilet yang rusak berat, rehabilitasi mushala, serta rehabilitasi ruang administrasi dengan penguatan struktur bangunan.
FOKUS PENGERJAAN RUANG ADMINISTRASI DAN GEDUNG H.
Dody menjelaskan, pengerjaan yang paling banyak progressnya saat ini adalah ruang administrasi yang meliputi ruang untuk urusan publik, ruang kepala sekolah, dan ruang pertemuan. Sementara itu, pengerjaan yang sedang berjalan untuk penguatan struktur adalah gedung H yang merupakan ruang kelas.
“Gedung H itu ruang kelas dan saat ini sedang pengecoran untuk strukturnya sendiri,” jelasnya.
Untuk toilet, Dody menambahkan bahwa progressnya hampir mencapai 50 persen.
“Untuk Toilet sendiri dinding-dindingnya itu hampir terselesaikan,” imbuhnya.
Adapun pekerjaan lainnya bersifat minor, dan ada satu kelas yang bahkan belum berjalan karena hanya merupakan pengembalian fungsi saja.
SISWA DIPINDAH KE LABORATORIUM, PROSES BELAJAR TETAP KONDUSIF.
Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Dody menyampaikan bahwa siswa yang sebelumnya berada di ruang kelas yang sedang direvitalisasi dipindahkan ke laboratorium fisika, kimia, dan biologi.
“Memang lebih kecil, tapi masih sangat kondusif untuk pembelajaran,” ujarnya.
Dody juga memuji kenyamanan ruang pertemuan indoor yang telah selesai dibangun. Menurutnya, bangunan tersebut sangat bagus dan tidak terasa panas meskipun telah kita digunakan untuk pertemuan dengan kurang lebih 324 orang tua dan wali.
“Indoor bangunannya sangat bagus, jadi untuk yang kami rasakan untuk panasnya tidak, kita tidak merasa kepanasan. Kami sudah gunakan untuk pertemuan dengan kurang lebih 324 orang tua dan wali, dan memang masih kondusif, tidak panas sama sekali,” tuturnya.
“Yang mungkin kita belum coba itu malah ketika hujan. Tapi kalau untuk panas tidak, masih sangat-sangat nyaman digunakan untuk pertemuan,” tambahnya.
MANFAATKAN KAYU BEKAS, KOMITE TERLIBAT AKTIF.
Dalam pengerjaan revitalisasi, pihak sekolah juga memanfaatkan aset yang masih layak pakai dari hasil pembongkaran. Kayu-kayu yang masih berfungsi bagus direncanakan akan digunakan ulang, salah satunya untuk pembangunan toilet.
“Yang masih berfungsi bagus kayu-kayunya, kita gunakan ulang. Salah satunya rencananya itu digunakan untuk toilet, toilet itu nanti sebagian besar menggunakan kayu-kayu sisa pembongkaran,” jelas Dody.
Sedangkan untuk kayu yang sudah tidak layak pakai, pihak sekolah mengaku masih kesulitan untuk menghapus aset tersebut. “Karena untuk penghilangan aset, penghabisan aset itu relatif sulit ya kita biarkan terlebih dahulu. Kalau memungkinkan nanti kita lelang. Cuma ya masalah tersendiri karena memang ketika sudah tidak layak, dilelang pun tidak bisa,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan revitalisasi, komite sekolah juga dilibatkan secara aktif mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Bahkan, Rabu pekan lalu, Dody bersama komite sekolah berkeliling mengecek langsung jalannya proses pembangunan, termasuk mengecek pembesian, struktur, hingga proses pengecoran.
“Kita ajak komite itu untuk merencanakan juga ketika ada perencanaan kita undang. Kemudian di dalamnya ketika evaluasi kita undang, kita rapat bersama untuk melihat progres apakah lancar atau ada yang menjadi problem hambatan,” pungkas Dody.
Dengan progres yang terus berjalan dan keterlibatan berbagai pihak, revitalisasi SMAN 1 Jepon diharapkan dapat rampung sesuai target dan memberikan fasilitas pendidikan yang lebih aman serta nyaman bagi para siswa. (YS)








