Pemerintah Alokasikan Program Bongkar Ratoon 1.000 Hektare di Blora untuk Dongkrak Produktivitas Tebu

Sukandar, S.E., M.M. Kabid Sarpras DP4 Kabupaten Blora Jawa Tengah (foto dok: Istimewa/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Pemerintah pusat kembali mengalokasikan program bongkar ratoon atau penanaman ulang lahan tebu lama seluas 1.000 hektare di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Hingga awal Juni 2026, realisasi usulan program bongkar ratoon baru mencapai sekitar 800 hektare lebih dan saat ini masih dalam proses identifikasi lahan calon penerima.

“Identifikasi dilakukan oleh dinas bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat dan dikawal langsung petugas dari Ditjen Perkebunan Kementan RI,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHPP) Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Sukandar, di Blora, Senin (8/6/2026).

Sukandar menjelaskan, saat ini luas areal tebu di Kabupaten Blora diperkirakan mencapai 6.000 hektare. Dari total tersebut, sekitar 1.000 hektare menjadi sasaran program bongkar ratoon pada tahun sebelumnya.

“Melalui program tersebut, petani penerima bantuan memperoleh bibit tebu sebanyak 60.000 mata per hektare atau setara 6 ton,” ujarnya.

Dukungan Biaya Pembongkaran dan Tenaga Kerja.

Selain bantuan bibit, pemerintah juga memberikan dukungan biaya pembongkaran lahan yang disalurkan melalui kelompok tani penerima program.

Untuk kebutuhan tenaga kerja, setiap hektare lahan mendapatkan alokasi 40 Hari Orang Kerja (HOK). Dengan asumsi upah harian sebesar Rp90 ribu, nilai bantuan tenaga kerja yang diterima petani mencapai sekitar Rp3,6 juta per hektare.

Tidak untuk Semua Lahan.

Menurut Sukandar, program bongkar ratoon tidak dapat diterapkan pada seluruh areal tebu karena hanya diperuntukkan bagi lahan dengan tingkat produktivitas yang telah menurun.

“Lahan yang kondisi tanamannya masih produktif tidak direkomendasikan untuk dilakukan penanaman ulang. Program tersebut umumnya menyasar tanaman tebu berusia tiga hingga lima tahun, meskipun di Kabupaten Blora terdapat tanaman tebu yang telah berumur hingga tujuh tahun,” jelasnya.

Harapan untuk Swasembada Gula Nasional.

Sukandar berharap program bongkar ratoon dapat mempercepat peremajaan tanaman tebu sehingga produktivitas dan hasil panen petani meningkat. Ia juga optimistis program ini akan mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat produksi gula nasional.

“Kami ingin produktivitas tebu di Blora kembali optimal. Ini juga bagian dari kontribusi nyata terhadap ketahanan gula nasional,” pungkasnya. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *