DLH Blora Tegaskan IPAL SPPG Khusus Belum Memenuhi Syarat: Rekomendasi Perbaikan Sudah Dikeluarkan!

Penampakan IPAL SPPG Khusus Blora (foto dok: Y. Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora akhirnya angkat bicara. Hasil inspeksi mengonfirmasi bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan grease trap di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus, Blora, dipastikan belum memenuhi syarat.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Kepastian ini disampaikan tegas oleh Sub Penelaah Teknis Kebijakan DLH Blora, Febrianto, kepada wartawan, Senin 15 Juni 2026. Ia menekankan, meski IPAL tak harus buatan pabrik, sistem yang ada saat ini belum memenuhi syarat operasional berdasarkan standar baku mutu lingkungan.

“Yang penting itu bak-baknya sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup. Tapi setelah kami tinjau, di SPPG Khusus Blora tersebut belum memenuhi syarat. Kami sudah beri peringatan,” ujar Febrianto dengan tegas.

DLH Blora membeberkan fakta di lapangan: alur pengolahan limbah yang benar wajib dimulai dari grease trap untuk memisahkan lemak dan minyak, lalu dilanjutkan ke IPAL. Namun, fasilitas yang ada dinilai tidak mampu menjalankan fungsinya hingga air limbah benar-benar bersih dan tak berbau.

“Yang ada sekarang belum sesuai. Kami sudah rekomendasikan perbaikan tertulis. Rekomendasinya sudah kami serahkan,” tegasnya.

Inspeksi yang dilakukan DLH pada rentang April hingga Mei 2026 itu memastikan bahwa sarana pengolahan limbah di SPPG Khusus Blora masih perlu pembenahan total. Padahal, fungsi IPAL sangat krusial agar limbah dapur yang dihasilkan tidak mencemari drainase dan lingkungan sekitar.

“Kalau IPAL boleh tanam, boleh tingkat dua. Yang penting dia bisa mengolah. Tapi faktanya di lapangan belum memenuhi syarat. Sudah kami pastikan saat berkunjung April-Mei lalu,” pungkas Febrianto.

DLH Blora pun mengingatkan bahwa jika rekomendasi perbaikan tidak segera dijalankan, pihaknya tidak segan-segan mengambil langkah tegas sesuai regulasi lingkungan hidup yang berlaku. Masyarakat pun diminta mengawal agar SPPG Khusus tak beroperasi sembarangan sebelum sistem IPAL-nya benar-benar layak.

Perlu diketahui, Dalam kunjungan pewarta sempat berupaya mendokumentasikan langsung kondisi IPAL di lokasi SPPG Khusus Blora. Namun, awak media dilarang memasuki area tersebut saat hendak mengabadikan fasilitas pengolahan limbah yang bermasalah tersebut. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *