Aktivis Mat Tohek bawa “Truk & Bego” ke Kejaksaan Negeri Blora, Soroti Pembangunan Proyek Sekolah Rakyat.

RADARBLORA.COM,- Aktivis asal Blora, Mat Tohek, kembali menyuarakan kritik pedas terkait pembangunan Sekolah Rakyat. Kali ini, ia menggelar aksi simbolis dengan membawa Kartu Kuning yang ditujukan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora dan DPRD Blora, Selasa (18/8/2026).

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Aksi ini menyusul adanya dugaan pembagian uang Rp300 ribu yang diduga berkaitan dengan proyek strategis nasional senilai Rp12,63 miliar tersebut.

Mat Tohek juga menegaskan bahwa kartu kuning adalah bentuk peringatan sekaligus “hadiah dari pribumi” agar seluruh pihak terkait menjalankan tugas secara transparan dan profesional.

“Kartu kuning ini sebagai hadiah dari pribumi untuk simbolisasi kepada Kejaksaan Negeri Blora. Kalau tidak ada penyelesaian dan kejelasan, kartu kuning ini akan menuju kartu merah,” ucap Mat Tohek.

ENAM TUNTUTAN MAT TOHEK.

Dalam pernyataan sikapnya, Mat Tohek menyampaikan sejumlah tuntutan :
1. Mengembalikan uang Rp300 ribu melalui Kejaksaan sebagai upaya membuka jalan menuju keadilan.

2. Mendesak Kejari dan Polres Blora mengusut tuntas aliran dana dan membentuk tim independen.

3. Meminta DPRD Blora memastikan netralitas ASN dalam proyek tersebut.

4. Meminta klarifikasi terbuka dari kontraktor dan ASN jika terbukti melanggar.

5. Menyatakan seluruh tuntutan dilandasi kecintaan terhadap Blora.

6. Meminta BKD menjatuhkan sanksi kepada ASN yang terbukti terlibat.

Mat Tohek juga menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh dibungkam ketika menyampaikan kritik, terlebih proyek Sekolah Rakyat dibangun dari uang pajak rakyat.

“Sekolah Rakyat dibangun dari pajak dan uang rakyat. Jangan dinodai dengan dosa-dosa terselubung. Kami menolak bungkam,” tegas Mat Tohek. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *