RADARBLORA.COM,– Sekolah Dasar Negeri 1 Sendangharjo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi salah satu penerima manfaat program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026. Bantuan ini digunakan untuk membangun ulang enam ruang kelas dan fasilitas toilet yang sebelumnya rusak parah.
Kepala SDN 1 Sendangharjo, Siswanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh ruang kelas di sekolahnya saat ini tengah menjalani revitalisasi total. Bahkan, gedung di sisi barat yang kondisinya sudah tidak layak pakai harus dirobohkan dan dibangun kembali dari awal.
“Alhamdulillah, sekolah kami dapat bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan. Kita bisa rehab 6 ruang kelas dan toilet. Jadi semuanya rehab. Untuk gedung yang sebelah barat itu, kita rehab karena kondisi ruangannya sudah tidak layak, sehingga itu dirobohkan, kemudian Dari 6 kelas ada 3 kelas kita bangun dari awal lagi,” ujar Siswanto saat ditemui di lokasi.
Berdasarkan papan proyek yang terpampang di lingkungan sekolah, nilai anggaran revitalisasi yang diterima SDN 1 Sendangharjo mencapai Rp 993.170.000. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari dan diperkirakan para siswa sudah dapat menempati ruang kelas baru sekitar dua bulan mendatang.
Dalam pelaksanaan program revitalisasi ini, pihak sekolah melibatkan berbagai unsur masyarakat secara aktif. Ketua Komite SDN 1 Sendangharjo, Sudarno, turut dilibatkan dalam kepanitiaan. Sementara itu, Panitia Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (P2SP) dibentuk dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk ketua pelaksana dan para tukang yang juga berasal dari warga setempat.
“Untuk Komite, saat ini kita sudah melibatkan sebagai ketuanya Pak Sudarno. Kemudian untuk Panitia P2SP, kita libatkan juga dari semuanya unsur masyarakat, termasuk juga dari ketua pelaksana. Ketua pelaksana ini juga dari unsur masyarakat. Kemudian dari tukang, dari semua yang terlibat di sini juga dari masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, SDN 1 Sendangharjo memiliki total 163 siswa dengan rata-rata 28 siswa per kelas. Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke rumah-rumah warga sekitar sekolah.
“Jadi karena ruang kelas semuanya direnovasi , dan untuk saat ini pembelajaran untuk 3 kelas sudah dapat dilakukan di ruang kelas sedangkan 3 ruang kelas lainya masih di rumah warga,” terang Siswanto.
Penggunaan rumah warga sebagai tempat belajar sementara dilakukan tanpa biaya sewa, murni atas dasar gotong royong masyarakat. Siswanto juga memastikan bahwa kebijakan ini telah dikoordinasikan dengan komite sekolah, pemerintah desa, serta orang tua siswa, dan seluruh pihak telah menyepakati langkah tersebut.
Siswanto menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah bahwasannya sekolah kami menjadi sasaran penerima manfaat dari bantuan revitalisasi. Di mana sekolah kami memang sangat membutuhkan bantuan revitalisasi, terutamanya kelas-kelas sekolah kami yang saat ini sedang direnovasi,” ucapnya.
Ia pun berharap program revitalisasi ini tidak hanya berhenti di sekolahnya saja, mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan.
“Mudah-mudahan program revitalisasi ini bisa tidak hanya di sekolah kami saja, karena program ini sangat bagus sekali, bisa menambah penerima manfaatnya semakin banyak,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 71.744 satuan pendidikan secara nasional pada tahun 2026. Di Kabupaten Blora sendiri, terdapat 31 satuan pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi tahap I tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp19,7 miliar. (YS)








