Juan Fares Parhusip, Remaja dari Keluarga Sederhana, Raih Runner-Up Duta Wisata Blora 2025

RADARBLORA.COM,– Sebuah kisah inspiratif datang dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Juan Fares Parhusip, seorang pelajar SMA dari keluarga sederhana, berhasil meraih posisi runner-up atau juara kedua dalam ajang Duta Wisata Blora 2025. Penampilan memikatnya di panggung lomba membuat publik penasaran dengan sosok remaja berbakat ini.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Juan, siswa SMAN 1 Jepon yang dikenal berwajah tampan, adalah putra kedua dari pasangan Lamrihot Nainggolan Parhusip (asal Sumatera Utara, berdarah Batak) dan Dewi Supatmi (warga Kelurahan Jepon, Blora). Ayahnya bekerja sebagai sopir truk antarprovinsi, sementara ibunya berjualan es di rumah.

Keberhasilan Juan tidak lepas dari kerja keras dan dukungan keluarganya. Saat pengumuman pemenang, sang ibu yang hadir bersama pihak sekolah dan tetangga tak kuasa menahan haru. Air mata bahagia mengalir melihat pencapaian putranya.

“Saya tidak percaya anak saya bisa ikut perlombaan semegah ini. Saya tidak pernah membayangkannya. Fares bahkan tidak memberi tahu kami saat mendaftar. Kami baru tahu dari gurunya,” ujar Dewi Supatmi dengan suara bergetar.

Dewi menggambarkan Fares sebagai sosok yang ceria, kuat, dan aktif. Sejak kecil, ia sering diajak pamannya menjadi model foto dan video YouTube. Kini, selepas sekolah, Fares membantu ibunya berjualan es, mengaji, dan menjadi muadzin di musala dekat rumah sebelum belajar.

“Dari kecil, cita-citanya ingin jadi polisi atau TNI. Tapi belakangan, dia bercita-cita menjadi pilot,” tutur Dewi.

Malam puncak penobatan Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2025 digelar di Stadion Tirtonadi pada Jumat (18/7/2025). Untuk kategori Kakang Duta Wisata, juara pertama diraih oleh Gessya Prenatan Irfanadliy (SMAN 1 Blora), juara kedua Juan Fares Parhusip (SMAN 1 Jepon), dan juara ketiga Adi Nugroho (SMKN 1 Blora).

Sementara untuk kategori Mbakyu, Gladis Vaniadana (SMAN 1 Blora) keluar sebagai pemenang, disusul Azzahra Diva Nanda (SMAN 1 Cepu) di posisi kedua, dan Khairina Hafiza Zahrani (SMAN 1 Jepon) di peringkat ketiga.

Kisah Juan membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk meraih prestasi. Semangat dan kerja kerasnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Blora dan Indonesia. (RB)

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *