Ketua PPWI Wilson Lalengke Dukung Penuh “Moroccan Cultural Week” di Jakarta: Budaya sebagai Jembatan Persahabatan Antarbangsa

RADARBLORA.COM,- JAKARTA, BERITA NASIONAL-Hubungan antarbangsa tidak cukup diukur dari perjanjian diplomatik, kerja sama ekonomi, atau kunjungan kenegaraan tingkat tinggi. Esensi sejati hubungan antarnegara justru terletak pada kemampuan masyarakatnya saling mengenal, memahami, dan menghargai satu sama lain secara kultural.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Semangat “tak kenal maka tak sayang” itulah yang menjadi landasan penyelenggaraan Moroccan Cultural Week (Pekan Budaya Maroko) di Senayan Park, Jakarta Pusat, pada 31 Oktober hingga 6 November 2026.

Dukungan penuh atas perhelatan akbar tersebut datang dari Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke. Usai menghadiri taklimat media di Kantor Kedutaan Besar Maroko, Jalan Denpasar Raya, Jakarta, Rabu (28/10/2026), Wilson yang juga menjabat sebagai Presiden Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma) menegaskan komitmen lembaganya untuk menyukseskan kegiatan itu.

“PPWI dan Persisma siap mendukung dan menyukseskan Moroccan Cultural Week. Ini bukan sekadar acara budaya, tetapi investasi jangka panjang bagi penguatan hubungan antarbangsa Indonesia dan Maroko,” tegas Wilson Lalengke di hadapan wartawan.

KEMITRAAN LEBIH DARI 15 TAHUN.

Keterlibatan PPWI dan Persisma bukan tanpa alasan. Kedua lembaga tersebut telah menjalin kemitraan erat dengan Kedutaan Besar Maroko selama lebih dari 15 tahun.

“PPWI selama belasan tahun telah mengikuti setiap denyut kehidupan bangsa Maroko melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Maroko di Jakarta. Kebersamaan ini menjadi fondasi penting bagi penguatan hubungan antarbangsa Indonesia dengan Maroko,” ujar Wilson.

BUDAYA SEBAGAI JEMBATAN JIWA MANUSIA.

Dalam perspektif filsafat kebudayaan, budaya bukan sekadar artefak fisik, tarian, atau seni rupa. Budaya adalah cerminan jiwa kolektif suatu bangsa, manifestasi dari cara manusia memaknai eksistensi, alam, dan Sang Pencipta.

Filsuf Jerman Ernst Cassirer (1874–1945) mendefinisikan manusia sebagai animal symbolicum, makhluk yang hidup dalam dunia simbol-simbol. Bahasa, seni, ritual minum teh, kaligrafi, hingga kerajinan tangan tradisional Maroko adalah simbol-simbol bermakna yang menceritakan sejarah peradaban gurun dan Mediterania yang kaya.

Dengan menghadiri Pekan Budaya Maroko, masyarakat Indonesia diajak melampaui batas-batas geografis fisik dan menyelami esensi kemanusiaan universal. Di balik perbedaan bahasa dan tradisi, terdapat kerinduan yang sama akan keindahan, keharmonisan, dan kedamaian.

RANGKAIAN ACARA MOROCCAN CULTURAL WEEK 2026.

Berdasarkan pemaparan staf Kedutaan Besar Maroko, Miss Yousra, dalam taklimat media tersebut, Pekan Budaya Maroko di Senayan Park akan menyuguhkan berbagai agenda menarik:

· Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB – Penyambutan tamu VVIP
· Pukul 11.30 WIB – Upacara pembukaan dengan sambutan dari Duta Besar Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini, Direktur Jenderal Maison de l’Artisan Tarik Sadik, serta pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan RI
· Pukul 12.00 WIB – Pengguntingan pita (ribbon cutting) meresmikan Paviliun Maroko
· Pukul 15.00 WIB – Paviliun dibuka untuk masyarakat umum

Selama sepekan penuh hingga 6 November 2026, pengunjung dapat menikmati demonstrasi kerajinan tangan tradisional, seni kaligrafi Maroko, seni lukis henna, lokakarya interaktif, hingga pertunjukan musik live bernuansa Afrika Utara. Para ahli teh juga akan mendemonstrasikan ritual penyajian teh tradisional Maroko yang menjadi simbol kehangatan dan keramahan masyarakat setempat.

Paviliun beroperasi setiap hari dari pagi hingga pukul 22.00 WIB, memberikan keleluasaan bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk berkunjung.

SINERGI DIPLOMASI KULTURAL DAN JURNALISTIK WARGA.

Kehadiran Wilson Lalengke dalam konferensi pers menegaskan pentingnya peran media dan jurnalisme warga dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara. Media tidak hanya menyebarkan berita keras (hard news), tetapi juga berperan sebagai agen pencerahan budaya yang merajut pemahaman lintas batas.

Sebagai bentuk eratnya hubungan diplomatik dan kelembagaan, Kedutaan Besar Maroko mengumumkan rencana kehadiran Duta Besar Redouane Houssaini sebagai tamu VVIP dalam Seminar Internasional HUT ke-19 PPWI di Bandar Lampung pada 11 November 2026. Kehadiran ini menjadi simbol nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat sipil, jurnalis, dan korps diplomatik mampu menciptakan jembatan persahabatan yang kokoh dan berkelanjutan.

MERAYAKAN KEBERAGAMAN GLOBAL.

Kegiatan seperti Moroccan Cultural Week mengajarkan pelajaran filosofis berharga tentang pentingnya alteritas, yakni kemampuan menerima dan menghargai “yang liyan” atau pihak lain yang berbeda. Di tengah dunia modern yang kerap diwarnai polarisasi dan ketegangan, perjumpaan budaya adalah bentuk perlawanan damai terhadap ketidaktahuan.

Melalui kunjungan ke pameran budaya ini, masyarakat Indonesia tidak hanya melihat keindahan seni Maroko, tetapi juga memperluas cakrawala batin. Setiap sudut paviliun, setiap guratan kaligrafi, dan setiap tegukan teh hangat khas Maroko adalah undangan terbuka untuk merayakan keberagaman global.

Mari hadir, mengenal lebih dekat, dan merawat persahabatan antarperadaban demi masa depan dunia yang lebih harmonis dan penuh empati. (Tim/Red)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *