RADARBLORA.COM,– Pemerintah Desa Bacem, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting. Melalui alokasi Dana Desa, pemerintah desa menggiatkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 13 balita stunting di wilayah tersebut selama 90 hari berturut-turut.
Kepala Desa Bacem, Sarmini menjelaskan, bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mendukung program nasional penanganan stunting. “Dari Pemerintah Desa Bacem ikut support kegiatan stunting, karena itu memang program dari pemerintah,” ujarnya Jum’at (24/7/2026)
Kades Bacem merinci bahwa saat ini terdapat 13 anak stunting di Desa Bacem yang menjadi sasaran program. “Dados stunting yang ada di Desa Bacem itu sebanyak 13, gitu. Jadi 13 itu yang memang secara efektif, maksudnya pemberian PMT-nya memang kami anggarkan dari Dana Desa,” jelasnya.
Program PMT ini diberikan setiap hari selama 90 hari kerja. Pengelolaan menu makanan diserahkan sepenuhnya kepada para kader desa agar sajian yang diberikan sesuai dengan selera dan kebutuhan anak-anak stunting.
“Sehingga 90 hari kerja itu setiap hari kami memberi stunting (PMT). Nah, untuk PMT-nya memang kami serahkan kepada kader untuk memasaknya, sehingga menu-menu yang disajikan itu sesuai dengan apa yang diinginkan anak-anak yang stunting,” terang Sarmini.
Target utama dari program ini adalah menurunkan angka stunting secara bertahap melalui perbaikan gizi anak. “Langkah kami supaya kegiatan itu paling tidak bisa menangani stunting sedini mungkin. Dados dari angka yang 13, mudah-mudahan bisa turun karena perbaikan gizinya. Bisa menaikkan berat badan atau tinggi badannya sehingga lolos dari stunting,” harapnya.
Sarmini menegaskan bahwa pemerintah desa secara konsisten mengalokasikan Dana Desa untuk bidang kesehatan dan pendidikan dari tahun ke tahun. Fokus ini bahkan diutamakan di atas pembangunan fisik, terutama di tengah kondisi anggaran Dana Desa yang mengalami pengurangan.
“Itu memang dari tahun ke tahun memang kami anggarkan dari anggaran Dana Desa, sehingga kami memang fokus di bidang kesehatan dan pendidikan. Agar semua masyarakat yang ada di Bacem itu semua sehat, semua pintar, sehingga bisa memikirkan ke depan masa depannya seperti apa,” ujarnya.
“Jadi memang dari Dana Desa yang kami anggarkan, memang kami fokuskan untuk kegiatan kesehatan dan pendidikan. Karena Dana Desa saat ini juga berkurang, sehingga fisik itu kami nomorkan yang ke berapa. Yang fokus di kesehatan dan pendidikan, gitu,” tambahnya.
Program PMT ini menyasar 13 anak stunting hingga usia mereka mencapai usia 5 tahun. “Dari satu desa nggih, ada 13 anak yang harus kami perhatikan untuk stunting sampai 5 tahun. Jadi sebelum dia lolos lepas dari 5 tahun, berarti itu tanggung jawab kami untuk PMT-nya stunting,” pungkas Kades Bacem Sarmini.
Langkah Pemerintah Desa Bacem ini sejalan dengan kebijakan nasional yang tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026, yang menjadikan pencegahan dan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas nasional. (YS)








