Ratusan warga Desa Jiken geruduk pabrik Kalsium di Kecamatan Jiken Kabupaten Blora

RADAR BLORA.COM,-Ratusan massa melakukan aksi dan orasi sampaikan tuntutan terhadap berdirinya pabrik PT Pentawira Agraha Sakti, yang akan mengelolah Kapur dan kalsium tersebut.

Bacaan Lainnya

Kemudian,” orasi yang berlangsung kurang lebihnya satu jam dan dengan keadaan cuaca sangat panas,  tetapi tak menyiutkan massa untuk tetap melakukan aksi. Selasa 3/10/2023

Meskiput sempat berjalan alot, tetapi aksi demo tersebut berjalan kondusif hingga para demonstran kembali pulang dengan tertib serta di kawal Aparat Penegak Hukum.

Sementara itu,” Ketua Karang Taruna Desa Jiken Agus Edi Santoso mengatakan, demo ini dipicu adanya rekrutmen yang tidak jelas atau berbiaya dan kurangnya sosialisasi terhadap warga setempat.

Sehingga warga atau karang taruna Desa Jiken miskomunikasi terhadap pengelola pabrik tersebut.

Diceritakan sebelumnya,” Dulu sudah pernah dilakukan sosialisasi, namun yang dihadirkan jumlahnya hanya sedikit,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya berharap agar dalam proses pembangunan pabrik ini, atau kelak jika mulai beroperasi, tenaga lokal juga diserap sebagai pekerja.

“Dari awal kita tidak pernah menolak adanya pabrik, Kita dukung !. Cuma kekecewaan dari masyarakat terhadap pengurus pabrik.

kemudian kurangnya sosialisasi terhadap warga sekitar pabrik, jadi inilah yang muncul. Jadi bukan kita menolak, tapi kita mendukung,” pungkasnya.

Sementara itu perwakilan pabrik, Ramuji menyebutkan bahwa pabrik ini nantinya memiliki luas 15 Hektar dan diperkirakan mampu menyerap 700 tenaga kerja.

“Menanggapi tuntutan warga, kita akan komitmen. Selanjutnya nanti Karang Taruna atau warga Jiken ingin kerja di pabrik kalsium ini kita prioritaskan.
langsung datang, tetapi sesuai dengan peraturan perusahaan.” pungkasnya. (YS)

Baca Juga:  Tradisi Sambatan Mapak, Kearifan Lokal Yang Masih Lestari Dilakukan di Desa Plantungan

Pos terkait

Yuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *