RADARBLORA.COM,– Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., secara resmi melantik ratusan perwira muda dalam Upacara Prasetya Perwira Diktukpa TNI Integratif Tahun 2026 di Stadion Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (25/6/2026).
Pelantikan ini menjadi momen sakral bagi para lulusan yang telah menempuh pendidikan militer ketat, sekaligus penegasan komitmen TNI dalam mencetak generasi pemimpin berkualitas.
TEGAS, Panglima TNI Beri Amanat Keras kepada Perwira Muda.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menekankan bahwa perwira muda adalah ujung tombak pertahanan negara. Dirinya menegaskan bahwa profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi adalah harga mati yang harus dipegang teguh oleh setiap perwira.
Di hadapan ratusan perwira yang berdiri tegap, Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa tantangan keamanan modern menuntut perwira tidak hanya unggul secara fisik dan taktis, tetapi juga memiliki integritas moral dan wawasan kebangsaan yang luas.
Prosesi pengucapan sumpah perwira berlangsung khidmat, menandai resminya para lulusan menyandang pangkat letnan dua dan memasuki jenjang kepemimpinan sebagai perwira TNI.
Pangdam IV/Diponegoro Dampingi Panglima TNI, Kunjungi Museum Pahlawan.
Usai upacara, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., mendampingi Panglima TNI dalam rangkaian kunjungan ke Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman Magelang. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian integral dari pembinaan mental perwira muda.
Saat di Museum Diponegoro, rombongan meninjau koleksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro, tokoh sentral dalam Perang Jawa (1825–1830), untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, keteguhan prinsip, dan kecintaan pada tanah air.
Sementara itu, di Museum Jenderal Sudirman, Panglima TNI dan rombongan mengamati koleksi yang menggambarkan strategi gerilya dan ketabahan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan meski dalam kondisi sakit parah. Kunjungan ini menjadi pengingat keras bahwa kepemimpinan militer tidak lepas dari pengorbanan pribadi demi kepentingan bangsa.
Perwira Muda Harus Paham Sejarah Perjuangan Bangsa.
Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa pemahaman sejarah adalah fondasi bagi setiap perwira. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh perwira muda dilandasi oleh pemahaman sejarah yang utuh. Mereka tidak hanya belajar cara berperang, tetapi juga memahami mengapa mereka berjuang,” ujarnya tegas.
Melalui rangkaian kegiatan ini, terjadi harmonisasi antara pembentukan kompetensi teknis militer dan penguatan fondasi mental spiritual. Para perwira baru Diktukpa TNI Integratif 2026 diharapkan mampu membawa energi positif dan inovasi dalam tubuh TNI, dengan sinergi antara tradisi kepahlawanan masa lalu dan teknologi pertahanan masa depan sebagai kunci menjawab dinamika keamanan global yang semakin kompleks. Source: Pendam IV/Diponegoro. (RB)











