RADARBLORA.COM,– Nidzamudin Al Hudda resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora definitif. Tanpa masa transisi, orang nomor satu di dinas yang mengurusi infrastruktur ini langsung membeberkan peta jalan perbaikan infrastruktur yang akan dikerjakan dalam waktu dekat.

Hudda menegaskan akan menggaspol sejumlah proyek strategis. Mulai dari pemeliharaan jalan, suntikan dana fantastis Rp20 miliar untuk ruas Randublatung – Getas, usulan Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai Rp100 miliar, hingga solusi jangka panjang pengendalian banjir Cepu melalui pembangunan embung. Semua dipastikan masuk skala prioritas.
Gas Pol Perbaikan Jalan dan Lelang Proyek.
Langkah pertama yang akan digaspol, kata Hudda, adalah pemeliharaan jalan dan percepatan pelaksanaan proyek yang saat ini sudah memasuki tahap lelang.
“Pemeliharaan jalan akan terus kami laksanakan. Untuk kegiatan yang ada di PU saat ini sudah masuk proses lelang. Harapan kami mulai bulan Juli sudah berkontrak dan bisa segera dilaksanakan,” tegasnya seusai pelantikan, Rabu (24/6/2026).
Pada tahun 2026, Dinas PUPR Blora mengalokasikan anggaran sekitar Rp27,7 miliar untuk penanganan jalan dan jembatan. Namun Hudda dengan terus terang mengakui bahwa angka tersebut masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan, mengingat biaya perbaikan jalan di Blora bisa mencapai Rp5 miliar per kilometer karena kondisi tanah ekspansif yang membutuhkan konstruksi rigid .
“Anggaran kita terbatas dibanding panjang ruas jalan yang harus ditangani. Karena itu, kolaborasi dengan Pemprov Jateng dan pemerintah pusat tidak bisa ditawar. Kita harus bersinergi agar kemantapan jalan terus meningkat,” ujarnya.
Rp20 Miliar untuk Randublatung-Getas.
Perhatian utama tertuju pada Ruas Jalan Randublatung-Getas yang selama ini menjadi keluhan utama warga. Proyek peningkatan jalan tersebut awalnya hanya dianggarkan Rp5 miliar, namun berkat kebijakan Gubernur Jawa Tengah, anggarannya melonjak drastis menjadi sekitar Rp20 miliar.
“Randublatung-Getas merupakan proyek prioritas tinggi. Alhamdulillah tahun ini mendapat tambahan signifikan dari provinsi. Segera kami eksekusi,” ungkapnya. Proyek ini akan dikelola melalui mekanisme di tingkat provinsi, memastikan percepatan dan kualitas pengerjaan.
Gebrakan Inpres Jalan Daerah Rp100 Miliar.
Tak hanya mengandalkan APBD, Pemkab Blora juga tengah gencar mengusulkan program Inpres Jalan Daerah (IJD) ke pemerintah pusat dengan nilai fantastis mencapai Rp100 miliar. Hudda memastikan usulan tersebut saat ini sudah bergulir dalam proses pembahasan di tingkat kementerian dan DPR RI.
“Ini adalah langkah strategis karena anggaran lebih banyak di pusat, bukan di daerah. Kami mengusulkan empat koridor jalan yang masing-masing dianggarkan Rp100 miliar,” jelasnya . “Insya Allah tahun ini kita ajukan. Saat ini masih dalam proses pembahasan.”
Stadion Baru dan Penanganan Banjir Cepu.
Pemerintah Kabupaten Blora juga mulai serius mewujudkan stadion sepak bola representatif. Dinas PUPR akan berkolaborasi dengan Dispora dalam menyusun dokumen teknis dan kriteria yang dibutuhkan untuk pengajuan bantuan ke pusat.
“Kami siap mendukung dari sisi teknis. Harapannya bisa direalisasikan pada tahun 2027. Lokasi titik di lapangan yang sudah disurvei Kementerian PU,” terangnya.
Persoalan banjir yang kerap melumpuhkan wilayah Cepu juga mendapat perhatian serius. Dinas PUPR saat ini tengah menyusun roadmap penanganan bersama BBWS Bengawan Solo, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Salah satu solusi jangka panjang yang dikaji adalah pembangunan embung di kawasan Karangboyo atau Ngelo untuk mengendalikan debit air saat musim hujan.
“Penanganan banjir Cepu tidak bisa parsial. Kami sudah koordinasi dengan pusat. Dinas PUPR akan menyiapkan dokumen teknis agar pembangunan embung bisa diajukan dan dibangun oleh Kementerian PU,” pungkasnya. (RB)











